PEKANBARU, datariau.com - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal, MM.
Menurut Nofrizal, banyak masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar bersubsidi. Bahkan, tidak sedikit pengguna kendaraan harus mengantre hingga berjam-jam untuk bisa mengisi BBM di SPBU.
"Sampai saat ini banyak masyarakat mengeluhkan susahnya mendapatkan ataupun mengisi BBM jenis solar bersubsidi di setiap SPBU. Karena itu, kami meminta pihak Pertamina segera mencari solusi terbaik agar masyarakat pengguna solar tidak harus mengantre selama berjam-jam di SPBU," kata Nofrizal, Jumat (18/9/2026).
Baca juga:Antrean Solar Bikin Jalan Macet, DPRD Riau Desak Pertamina dan Pemda Bergerak Cepat
Politisi DPRD Pekanbaru itu menilai salah satu solusi yang dapat diterapkan Pertamina adalah mengatur jadwal pengisian solar di setiap SPBU secara bergiliran. Dengan demikian, distribusi BBM dapat lebih merata dan tidak menumpuk pada jam-jam tertentu.
"Pertamina perlu mendata kembali dan membuat jadwal pengisian BBM jenis solar di setiap SPBU dengan waktu yang berbeda setiap harinya. Jadwal tersebut juga harus diinformasikan secara terbuka kepada masyarakat agar mereka bisa menyesuaikan waktu pengisian," ujarnya.
Menurut Nofrizal, pengaturan waktu distribusi yang berbeda di setiap SPBU diyakini dapat mengurangi kepadatan antrean dan memberikan kepastian kepada masyarakat dalam memperoleh solar bersubsidi.
Baca juga:Antrean Solar Mengular Tiap Hari, Anggota DPRD Pekanbaru Faisal Islami Desak Pertamina Jangan Tutup Mata
"Saya rasa langkah ini bisa mengurangi antrean panjang sehingga masyarakat tidak lagi mengeluh saat mengisi BBM jenis solar bersubsidi di SPBU," tambahnya.
Selain itu, Nofrizal juga meminta Pertamina mengevaluasi kebijakan pembatasan kuota solar bersubsidi di setiap SPBU. Ia menilai kebutuhan masyarakat terhadap BBM jenis solar saat ini cukup tinggi sehingga perlu penyesuaian agar pasokan tetap tersedia.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dalam penyaluran solar bersubsidi untuk mencegah adanya penyalahgunaan oleh oknum tertentu.
Baca juga:Begini Penjelasan Pertamina Sumbagut Soal Antrean Panjang di SPBU
"Pembatasan kuota ini perlu dievaluasi kembali oleh Pertamina karena kebutuhan solar sangat tinggi. Di samping itu, pengawasan ekstra juga diperlukan agar tidak ada oknum yang bermain dalam pengisian BBM jenis solar bersubsidi di SPBU," tutup Nofrizal. ***