Premanisme Tumbuh Subur di Pekanbaru, Pedagang Mengeluh: Kalau Tidak Bayar Dagangan Kita Ditabrak Sampai Hancur

datariau.com
1.389 view
Premanisme Tumbuh Subur di Pekanbaru, Pedagang Mengeluh: Kalau Tidak Bayar Dagangan Kita Ditabrak Sampai Hancur
Adcandra
Para pedagang pindah bongkar muat di Pasar Central Purwodadi kecamatan Tampan karena di BRPS banyak preman lakukan pungli.

PEKANBARU, datariau.com - Aksi bongkar muat yang dipindahkan ke sekitaran Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) dikeluhkan pedagang. Karena banyaknya aksi premanisme di sana.

Dimana, pungutan liar yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku pemuda setempat serta oknum yang mengatasnamakan serikat pekerja membuat aktivitas bongkar muat untuk pedagang yang berjualan di berbagai pasar di Pekanbaru pindah ke Pasar Central Purwodadi Tampan.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pedagang Zul kepada wartawan, Kamis (20/10/2016) bahwa mereka pindah bongkar muat ke Pasar Central Purwodadi Kecamatan Tampan karena merasa tidak tenang dengan kutipan yang dilakukan oleh oknum pemuda dan oknum yang mengatasnamakan serikat pekerja di lokasi BRPS.

"Kita tidak tenang melakukan bongkar muat di sana karena banyaknya kutipan oleh oknum pemuda dan oknum yang mengatasnamakan serikat pekerja. Mereka mengutip Rp 5000 per unit dan itu dilakukan berkali-kali dan ini jelas merugikan kita, sehingga kita sering ribut dengan mereka," ujarnya.

Zul juga mengatakan bahwa Dinas Perhubungan selama ini tampak hanya diam ketika dilaporkan tentang pungutan yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut.

"Katanya milik Pemko tapi tidak tenang juga kami melakukan bongkar muat di sana bahkan Dinas Perhubungan tidak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya diam ketika kita laporkan banyaknya kutipan sehingga kita merasa dirugikan," ujarnya.

Hal yang sama diakui oleh Afdal bahwa dirinya tidak tenang berjualan di terminal AKAP tersebut karena disamping kutipan dirinya juga diintimidasi kalau tidak membayar oknum-oknum ini tidak segan-segan merusak dagangan miliknya.

"Kalau tidak kita bayar barang kita ditabrak mereka hingga hancur, dan ini sudah sering dilakukan oleh oknum-oknum ini," terangnya.

Dilanjutkan Afdal, dari pada ribut akhirnya mereka memutuskan untuk pindahkan bongkar muat barang dagangan mereka ke Pasar Central Purwodadi, Tampan.

Aksi bongkar muat ini akan tetap bertahan di Pasar Central Purwodadi sampai ada solusi dari pemerintah Kota Pekanbaru yang menertibkan bongkar muat ini yang sebelumnya berlangsung di sekitaran Pasar Cik Puan Jalan Nangka Pekanbaru.

Penulis
: Adcandra
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)