Polsek Pasir Penyu Diminta Segera Tahan Pelaku Penganiayaan Sumardi

datariau.com
2.304 view
Polsek Pasir Penyu Diminta Segera Tahan Pelaku Penganiayaan Sumardi
Illustrasi

RENGAT, datariau.com - Sumardi (62) warga Kelurahan Kembang Harum Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu, hampir saja kehilangan nyawa karena dikeroyok satu keluarga diduga mantan TNI asal Kabupaten Inhil.

Kejadian pengeroyokan ini terjadi tepatnya pada Ahad (4/9/2016) sekitar pukul 17.00 Wib sore tadi. Keluarga korban yang tidak terima karena korban langsung pingsan tidak sadarkan diri usai dikeroyok keluarga oknum mantan TNI itu, melaporkannya ke Polsek Pasir Penyu.

Tanda bukti laporan nomor TBL/67/IX/2016/SPKT, berdasarkan laporan polisi nomor LP/68/IX/2016/SPKT, tanggal 04 September 2016 atas nama Wahyu Sri Kencana Dewi (33) Alamat Jalan Jendral Suderman Kelurahan Kembang Harum Kecamatan Pasir Penyu, yang merupakan anak dari korban Sumardi.

Keluarga korban, Arsadi SH kepada datariau.com Ahad (4/9) malam mengatakan, atas kejadian pengeroyokan yang menimpa orangtuanya tersebut, maka pihaknya meminta Polsek Pasir Penyu bergerak cepat untuk segera menangkap dan menahan pelaku malam ini juga sebelum sekeluarga itu hilang satu persatu karena melarikan diri. Karena diketahui, oknum mantan TNI itu berasal dari Inhil.

"Atas perbuatan pelaku hampir saja nyawa orang tua saya melayang, dan saat ini orang tua saya masih dirawat di klinik. Saya minta sesuai dengan laporan yang kami buat ke pihak kepolisian, segera menangkap pelaku dan menindaklanjuti kasus penganiayaan yang membuat orangtua saya pingsan," pintanya.

Sementara itu, Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni SIk melalui Kompol Achmad Prihatin saat dikonfirmsi mengatakan, bahwa pihaknya akan segera melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Sekarang kami lagi memperlajari kasus pengeroyokan ini. Kita akan segera melakukan penangkapan pelaku pengeroyokan," singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum mantan anggota TNI asal Kabupaten Inhil atas nama inisial SU alias NA diduga terlibat aksi pengeroyokan yang mengakibatkan korbannya Sumardi (62) tidak sadarkan diri dan mengalami memar di dadanya.

Seperti disampaikan putri korban atas nama Wahyu Sri Kencana Dewi (33) warga Jalan Jendral Suderman Kelurahan Kembang Harum Kecamatan Pasir Penyu, saat membuat laporan nomor TBL/67/IX/2016/SPKT, berdasarkan laporan polisi nomor LP/68/IX/2016/SPKT, tanggal 04 September 2016, dijelaskan bahwa orangtuanya tersebut dikeroyok di kediamannya, Ahad (4/9/2016) sore tadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Sore itu, kata Wahyu, ayahnya yang menjadi korban baru pulang ke rumah dan melihat telapor SU alias NA bersama istrinya inisial SR dan anaknya inisial SA sedang menimbun jalan air di samping Bank Muamalat Kelurahan Kembang Harum.

Korban kemudian menegur sekeluarga itu yang sedang menimbun saluran air karena ketika saluran air itu ditimbun, maka air akan meluber keluar dan masuk ke rumah korban.

Merasa tidak terima ditegur, SR istri SU alias NA melempar korban dengan pisang, dan selanjutnya anaknya SA menerjang dada korban hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri atau pingsan.

Kemudian korban dilarikan ke Klinik Prata dr Rudi Ardian dan malam ini pihak keluarga korban membawa orang tuanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Pematang Reba.

Sementara itu, dari keterangan dr Nori yang bertugas di klinik Prata dr Rudi Ardian mengatakan, pada dada korban sebelah kanan terdapat bekas benturan benda tumpul yang mangakibatkan dada sebelah kanan mengalami memar.

"Untuk lebih memastikan lebih baik dibawa ke RSUD Indrasari untuk dironsen," kata dr Nori menyarankan dan diiyakan oleh keluarga korban untuk siap-siap malam ini juga pindah ke RSUD Indrasari Pematang Reba.

Dari keterangan keluarga korban, bahwa korban juga ditampar di bagaian lehar sebelah kanan dan kiri, namun tidak ada ditemukan memar, hanya ditemukan merah bekas diduga tamparan tersebut.

Penulis
: Heri
Editor
: Zardi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)