Ibu Ini Dipukuli Pemuda yang Mengaku Ponakan Anggota Dewan, Lapor Polisi Minta Keadilan

datariau.com
1.206 view
Ibu Ini Dipukuli Pemuda yang Mengaku Ponakan Anggota Dewan, Lapor Polisi Minta Keadilan
Ilustrasi

RENGAT, datariau.com - Indri Belita (31) seorang Ibu Rumah Tangga melapor ke Polsek Pasir Penyu dengan kasus dugaan penganiayaan yang dialaminya pada Rabu (18/1/2016) kemarin.

Kapolsek Pasir Penyu Kompol Johan Rivai SE SH MH didampingi Panit I Reskrim Aipda Yusmar SH, melalui anggota Reskrim Polsek Pasir Penyu Bripka Tomas Arizona Sos saat dikonfirmasi membenarkan laporan seorang ibu warga Wono Rejo RT 02, RW 03 Kelurahan Air Molek 1 itu.

Kasus penganiayaan itu terjadi pada hari Rabu kemarin sekitar pukul 09.30 Wib, namun korban baru melaporkan ke polsek pada hari ini Kamis (19/1/2016). Koornologis kejadian sekitar pukul 09.30 pada saat itu pelapor menjemput anaknya di sekolah dan menunggu di depan sebuah konter.

Tiba-tiba datang telapor dan mengatakan, "mengapa telfon ku nggak pernah kau angkat," kemudian pelapor menjawab, "nanti saya pulang dulu supaya ada kejelasan."

Pelapor juga sempat beradu mulut dengan pelapor dan mengatakan terlapor impoten. Mendengar ucapan itu, terlapor langsung memukul korban hingga korban/pelapor jatuh.

Palaku inisial AH (24) Warga Sumber Sari Kel. Air Molek 1. Atas perbuatan pelaku dikenakan Pasal 351 ayat 1 tindak pidana penganiayaan dengan hukuman 2 tahun 8 bulan.

Akibat kejadian ini, korban mengalami lembam bagian muka sebelah kiri antara kening dengan mata.

"Sekarang ini kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban. Setelah mendapat penjelasan dari korban dan saksi baru nanti kita akan melakukan pemanggilan terhadap pelaku. Tapi kalau pelaku tidak penuhi panggilan baru kita lakukan penangkapan," tuturnya.

Laporan Indri Belita ini dibuktikan dengan tanda laporan Nomor : TBL/04/1/2017/SPKT.

Indri Belita saat ditanya di ruangan pemeriksaan mengatakan, ia khawatir kasus yang menimpanya ini tidak bisa ditindak karena pelakumengaku anak dan keponakan anggota DPRD.

"Itu yang dikatakan kepada saya saat saya terjatuh, dia sempat menendang dada dan wajah saya hingga lembam. Saya melaporkan kasus ini karena saya takut sekali, karena dia selalu mengancam saya," tutupnya dengan wajah sedih sambil menahan sakit.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)