Pengemudi Arogan Aniaya Remaja Ternyata Kader Satgas PDIP Ditetapkan Tersangka

Ruslan
1.868 view
Pengemudi Arogan Aniaya Remaja Ternyata Kader Satgas PDIP Ditetapkan Tersangka
Screenshot viral pria dipukul pemobil di Medan (Foto: dok. Istimewa)

DATARIAU.COM - Pria kader Satgas Cakra Buana PDIP yang diduga melakukan pemukulan terhadap remaja di Medan ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih memburu pria berinisial HSM itu.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka, iya (masih diburu)," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Dr Muhammad Firdaus saat dimintai konfirmasi, Jumat (24/12/2021).

HSM sebelumnya dilaporkan ke polisi karena memukul dan menendang remaja di Johor, Medan. Video aksi pemukulan itu viral.

Dilihat detikcom, dalam video itu tampak satu unit mobil berwarna hitam memasuki area depan sebuah minimarket. Mobil itu kemudian menyenggol sepeda motor yang sedang parkir di depannya.

Setelah mobil berhenti, tampak ada wanita turun dari mobil itu lalu masuk ke minimarket. Tak lama berselang, seorang pria memakai peci hitam keluar dari minimarket. Dia tampak seperti berbicara dengan sopir mobil tersebut.

Sopir yang memakai baju putih lalu mendekati pria berpeci itu. Dia langsung memukul di bagian wajah pria itu hingga pecinya jatuh.

Tak hanya itu, sopir itu menendang serta memukul pria berpeci. Pria yang dipukuli terlihat tidak membalas.

Pengunggah menyebut lokasi peristiwa itu berada di sebuah minimarket yang tidak jauh dari salah satu sekolah swasta di Medan. Pengunggah mengatakan pemobil itu melakukan aksinya karena tak mau memundurkan mobil agar sepeda motor yang berada di depan keluar.

"Informasi yang beredar, pengendara roda empat tidak terima kendaraannya untuk mundur agar kendaraan roda dua bisa keluar. Terlihat jelas dari CCTV mobil yang masuk menyenggol sepeda motor yang parkir," tulis pengunggah.

Ketua Satgas Cakra Buana PDIP Darmawansyah Sembiring mengatakan HSM merupakan kadernya yang menjabat Wakil Komandan Satgas Cakra Buana PDIP Sumatera Utara. Darmawansyah kemudian menjelaskan soal peristiwa itu.

"Sebenarnya itu tidak sesuai dengan yang diberitakan, sampai malam ini kita sedang menyelesaikan masalah itu. Perlu kita klarifikasi, itu melanggar UU ITE," tuturnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)