IWO Sumut Kecam Aksi Penganiayaan Kontributor iNews TV Oleh Sekelompok Preman

datariau.com
1.877 view
IWO Sumut Kecam Aksi Penganiayaan Kontributor iNews TV Oleh Sekelompok Preman
doc.

MEDAN, datariau.com - Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Sumatera Utara  (Sumut) Royman S Purba  SE menyesalkan maraknya tindak  kekerasan terhadap jurnalis di Sumatera Utara khususnya kota Medan.

Menurutnya , tindakan kekerasan  terhadap jurnalis dalam melakukan tugas jurnalistik adalah bentuk nyata pembangkangan terhadap Undang-undang (UU) Pers Nomor 40 tahun 1999.

"Undang Undang tersebut dengan tegas menyatakan bahwa jurnalis dilindungi dari tindak dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun," kata Royman, Jumat (24/3/2017).

Menurutnya, pengusutan mendalam atas insiden penganiayaan ini harus dilakukan oleh Panglima TNI/Kapolri.

"Melakukan evaluasi terhadap jajaran di bawahnya tentang tugas pokok prajurit dalam melindungi dan mengayomi masyarakat, mengingat kasus pemukulan terhadap jurnalis makin kerap terjadi," kata dia.

Ditambahkannya, penyelesaian kekerasan terhadap wartawan melalui jalur hukum akan lebih baik.

Ia mencontohkan, kekerasan terhadap wartawan baru saja terjadi di kantor Gubernur Sumatera Utara.

"Penyelesaian secara hukum akan memberi rasa adil kepada para korban," harapnya.

Royman juga meminta penegak hukum memberikan hukuman yang seberat-beratnya bagi para pelaku.

"Pelaku harus dihukum seberat-beratnya," ujarnya didampingi Sekertaris IWO Sumut Sugandhi Siagian.

IWO Sumut meminta Dewan Pers dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnaa HAM) melakukan upaya hukum terkait maraknya kekerasan
terhadap wartawan.

"Atas insiden ini, IWO Sumut juga meminta kepada seluruh jurnalis untuk tidak gentar melaksanakan tugasnya," pungkasnya.

Diiketahui, Kamis (23/3/2017) sekitar pukul 21.30 WIB kontributor iNews TV  Biro Medan, Adi Palapa Harahap mengalami tindakan kekerasan di rumahnya Jalan Pasar 3 Mabar Hilir Sekolah Inpres Pelita yang dilakukan oleh orang tidak dikenal.

Akibatnya, korban mengalami luka memar di bagian bibir, wajah, kepala, dada akibat dipukuli 5 orang pelaku.

Dikutip okezone.com, korban awalnya didatangi sekelompok preman dengan mengendarai 1 unit mobil pribadi dan 1 unit kendaraan roda dua (sepeda motor), pada Kamis 23 Maret 2017, sekira pukul 21.30 WIB.

Akibatnya, para preman yang berjumlah belasan yang diduga suruhan pemilik gudang semen ilegal di Jalan Haji Anif tersebut, memukuli korban hingga mengalami luka memar di bagian bibir, wajah, kepala, dan dada. Atas kejadian itu, korban pun melaporkan Polda Sumut.

Kepada sejumlah wartawan, korban mengatakan kalau aksi penyerangan serta menganiayaan tersebut terkait pemberitaan yang pernah disorotinya tentang penyerobotan lahan di Jalan Haji Anif, Deliserdang, yang dilakukan oleh mafia berinisial PS.

Diduga PS dibekingi oleh puluhan preman dan 2 oknum aparat dari kepolisian Polda Sumut berinisial, S dan seorang dari pasukan Marinir.

"Mereka tidak senang atas pemberitaan yang menyebut mereka menjual tanah dan mengusik keberadaan gudang ilegal pemasok semen di daerah tersebut, yang sudah 2 kali dirazia namun tetap beroperasi," kata Adi kepada wartawan, Jumat (24/3/2017).

Hingga akhirnya, korban kerap mendapatkan teror dan akhirnya tadi malam, rumah korban didatangi belasan pelaku mengendarai 1 unit mobil trail warna coklat dan 1 unit sepeda motor. Bahkan, korban menyebut ada oknum polisi diantara para preman dan melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Tiba-tiba rumah saya ramai didatangi para preman naik 1 mobil dan 1 motor. Pada saat penyerangan, saya sempat diseret dan dipaksa naik ke dalam mobil, namun berhasil dicegah oleh isteri saya dan saya berontak hingga mereka mengeroyok dan menganiaya saya," katanya.

Selain itu, baju dinas iNews TV yang masih melekat di tubuh korban menjadi rusak dan koyak akibat ditarik-tarik paksa oleh 5 orang pelaku.

"Baju iNews TV yang saya pakai sampai koyak dan kancing bajunya terlepas akibat ditarik pelaku karena tidak berhasil membawa saya masuk ke dalam mobil mereka," terang korban, saat akan melakukan pemeriksaan di Polda Sumut.

Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)