Sidang Kasus Korupsi Tower Kecamatan Rakit Kulim Inhu

Dengarkan Keterangan Saksi Ahli, JPU Terdiam

Admin
1.509 view
Dengarkan Keterangan Saksi Ahli, JPU Terdiam
Heri
Suasana sidang.

RENGAT, datariau.com - Keterangan Saksi Ahli Hukum Pidana dari Universitas Riau dalam sidang perkara kasus dugaan korupsi pembangunan tower 19 Desa di Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Inhu yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Pekanbaru lebih kurang selama 1,5 jam, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rengat terdiam, Selasa (14/11/2017).

Herdianto SH MHum, Saksi Ahli Hukum Pidana dari Universitas Riau dalam sidang menerangkan, dalam penanganan kasus perkara korupsi menimal harus memiliki dua alat bukti dari hasil pemeriksaan audit yang resmi, yang dapat menetapkan kerugian negara. Bila tidak ada penetapan hasil audit kerugian uang negara, bagaimana bisa menetapkan terdakwa dalam kasus korupsi tersebut.

"Dalam kasus perkara korupsi harus ada hasil audit kerugian uang negara dari intitusi terkait. Bila tidak ada hasil audit, maka perkara kasus korupsi tersebut cacat hukum," katanya.

"Untuk pasal 2 dan 3 dengan "Dapat" sudah tidak diberlakukan lagi karena pasal 2 dan 3 tersebut sudah tidak diperlakukan," terang saksi ahli Herdianto, di depan masjelis Hakim Toni Irfan.

Dalam perkara korupsi, katanya, seharusnya penyidik tidak boleh terburu-buru dalam penetapan terdakwa, melakukan pemeriksaan saksi-saksi terlebih dahulu karena penetapan terdakwa harus memiliki maksimal dua alat bukti yang ditetapan oleh instansi terkait.

Dan tidak menutup kemungkinan yang menjadi saksi bisa jadi terdakwa dan sebaliknya yang sudah ditetapkan terdakwa bisa bebas dan menjadi saksi sesuai dari hasil audit dan pemeriksaan penyidik.

Dalia, Anggota Hakim bertanya dalam sidang, saksi ahli mengatakan bahwa tanpa ada audit dari instansi terkait, maka perkara tersebut cacat hukum, apa hasil dari pemeriksaan kejaksaan tidak bisa untuk menjerat pelaku korupsi.

"Semua itu kita kembalikan kepada masjelis Hakim, Hakim miliki kewenangan penuh dalam memutuskan perkara dalam persidangan, sesuai pepatah lebih baik membebaskan 1000 orang bersalah dari pada menghukum 1 orang yang tidak bersalah," ujarnya.

Beberapa kali JPU Rengat mempertanyakan kepada saksi ahli, namun pertanyaan JPU dipotong oleh masjelis Hakim, karena pertanyaan JPU tidak pada perihal mengenai tentang hukum pidana.

"Maaf pertanyaan yang disampaikan oleh JPU kembali pada pertanyaan awal, yang kita tanya adalah tentang hukum pidana. Ada tidak yang ingin JPU tanyakan?"

"Tidak adalagi yang kami tanyakan masjelis hakim," jawab JPU Rengat Roy dan Jaya.

Tidak adalagi pertanyaan dari kuasa hukum dan JPU, maka sidang ditutup dan akan dilanjutkan pada hari Selasa depan dengan anggenda keterangan terdakwa.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
Tag: