Varian Lambda Mampu Menembus Pertahanan Vaksin, Ini Penjelasan Pakar

Ruslan
740 view
Varian Lambda Mampu Menembus Pertahanan Vaksin, Ini Penjelasan Pakar
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Ahli virologi atau pakar virus Prof dr Chairul Anwar Nidom menyatakan virus Covid-19 varian Lambda mampu menembus pertahanan vaksin atau antibodi yang ada di dalam tubuh manusia. Hal itu karena di dalam virus tersebut memiliki struktur antibody dependent enhancement (ADE).

"Saya khawatirkan virus ini akan mengekspresikan dari ADE yang merupakan bagian dari struktur tubuh virus dan kemudian berikatan dengan antibodi yang ada. Normalnya virus saat bertemu antibodi, akan mengalami netralisasi (mati), tetapi dengan adanya ADE ini seolah-olah protein ADE justru bekerja sama bukan membunuhnya, dengan bermutasi dan mencari sektor yang lain," ungkapnya kepada Beritasatu.com, Rabu (18/8/2021).

Dengan demikian, lanjut dia, seolah-olah varian virus ini menghindari antibodi, yang awalnya musuh, kemudian diajak kerja sama oleh virus ini. Ini akibat struktur virus itu memang alamiahnya seperti demikian dan tidak bisa ditolak.

"Itulah kenapa dari awal saya berpendapat perlu berhati-hati dalam pendekatan vaksin, karena vaksin itu artisial (antibodi) orang itu dipaksa menimbulkan antibodi yang belum tentu cocok dengan variannya. Meski hasil riset saya ini memiliki perbedaan pendapat dan dibantah dengan ahli lainnya dan pengambilan kebijakan. Namun saya merasa perlu untuk kemukakan pendapat," ungkap Prof Nidom.

Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) itu menegaskan alamiahnya varian A akan menimbulkan antibodi untuk varian A, begitu juga dengan B, C dan seterusnya. Persoalannya adalah pada waktu virus itu masuk, orang tersebut dalam keadaan sehat atau tidak.

Secara kaidah umum dan teori bahwa saat dipacu dengan vaksin, maka diharapkan antibodi yang muncul dan kemudian antibodi bisa menetralisir virus yang masuk ke dalam tubuh.

Tetapi tidak untuk virus Covid-19 semua jenis varian, karena struktur didalamnya terdapat ADE, apalagi varian Lambda ini sepertinya mulai memuncak ekspresi. Bahkan kemungkinan ke depannya muncul varian lainnya seperti Omega, dan lainnya. Hal itu tergantung saat dia diprovokasi didalam tubuh oleh adanya vaksin.

"Kalau dikatakan Lambda ini benar bisa menghindar vaksin antibodi, maka itu adalah perkiraan ada suatu puncak perkembangan dari perubahan-perubahan virus. Saya memahami hasil penelitian itu walaupun kami belum karena baru pada varian Delta," jelas Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Profesor Nidom Foundation (PNF).

Namun, varian Lambda ini tetap harus diwaspadai dan tidak tertutup kemungkinan saat ini sudah ada di beberapa provinsi Indonesia bersamaan dengan varian Delta Plus dan varian lokal Indonesia B.1446.2 yang dikatakan virus klasik yang sudah ada. Varian ini bukan mengalir melalui mobilitas manusia, meski karakter virusnya akan berubah ke sana.

"Kalau dilihat secara sepintas banyak orang sudah divaksin lengkap, tetapi tetap terinfeksi. Itu berarti virusnya lolos dari antibodi (vaksin). Kalau saya lihat ini terjadi di beberapa provinsi dan menunjukkan virus yang masuk adalah virus yang bisa menghindari antibodi yang di dalam tubuhnya," urai Nidom.

Ia mengklaim di dalam vaksin Nusantara untuk fase 3 sudah dimasukkan antigen Lambda. Hal itu memang sengaja disiapkan oleh tim peneliti sebagai antisipasi yang berkembang ke arah tersebut. Isi vaksinnya terdiri dari 5 varian yang disebut pentavalen yakni vaksin dengan 5 antigen sekaligus yakni varian Alpha, Beta, Delta, Delta Plus dan Lambda. Hal ini dikarenakan karakter virus pasti akan berubah menuju ke sana, apalagi vaksinasi bersifat massal.

Nidom mengakui belum ada jenis vaksin yang bisa mengantisipasi varian Lambda dari jenis vaksin yang sudah tersebar di Tanah Air. Ini dikarenakan teknologi vaksin yang ditawarkan bersifat standar dan biasa-biasa saja. Kalau mau menghadapi virus yang sudah lebih cerdik dan berbeda dari virus lainnya, maka harus dilawan dengan teknologi vaksin yang jauh lebih maju.

"Saat ini belum ada vaksin yang terbilang ampuh. Saat ini yang diedarkan vaksin model biasa saja. Vaksin yang tidak digunakan khusus untuk menghadapi Covid-19, sehingga pola mutasi dan pola dinamika virus tidak terimbangi oleh kecepatan vaksin," urai dia.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)