DATARIAU.COM - Percepatan vaksinasi terus diupayakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal,
Jawa Tengah. Tak hanya mendirikan lima sentra vaksinasi dan membuka layanan diberbagai
pelosok desa, namun langkah jemput bola dengan mendatangi warga yang
terisolir juga dilakukan petugas kesehatan dibantu TNI-Polri.
Seperti yang dilakukan di pesisir Pantai Utara Kecamatan Rowosari. Untuk bisa
sampai ke daerah terisolir di ujung barat sisi utara wilayah Kabupaten Kendal,
bukan sesuatu yang mudah. Petugas harus menyeberang sungai Kuto dengan
menggunakan perahu rakit. Pasalnya, jika lewat darat harus memutar 2 kali
perjalanan yang memakan waktu kurang lebih selama satu setengah jam.
Setiba di daerah tersebut, para tenaga kesehatan dari Puskesmas Rowosari II
bersama Camat didampingi TNI Polri serta perangkat desa setempat melaksanakan
kegiatan vaksinasi secara outdoor di bibir Pantai Tawang.
Camat Rowosari, Edi Suyono menjelaskan vaksinasi memilih ditempatkan di
tepi pantai supaya masyarakat yang takut dengan jarum suntik ada suasana baru
dan terhibur.
"Tadi kita berangkat bersama-sama naik perahu nelayan untuk sampai di
lokasi kegiatan. Di sini, dalam pelaksanaan vaksinasi di daerah pesisir
Kecamatan Rowosari, petugas menyiapkan 7.000 vaksin jenis Pfizer dari Jerman
dan akan dilakukan penyuntikan secara bertahap," katanya, Minggu (17/10).
Dikatakan, vaksinasi ini sengaja digelar untuk menyasar warga terisolir di
wilayah Kecamatan Rowosari, khususnya warga yang tinggal di pesisir pantai
meliputi Desa Sendangsikucing dan Desa Gempolsewu.
Sementara itu, Kepala Dukuh Tawang Laut Desa Gempolsewu, Sofyan mengatakan
dirinya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak atas
terlaksananya adanya kegiatan vaksin untuk daerah pelosok tersebut. Dari
rencana awal pelaksanaan hanya warganya saja, kini meluas hingga dukuh tetangga
mulai dari Dukuh Bulusan, Rejosari, Randusari, Saribaru dan Dukuh Tegalrejo,
Desa Rowosari ikut bergabung mendapatkan vaksin.
"Antusiasme warga sangat tinggi, sehingga pada acara vaksinasi massal yang
digelar di pantai tersebut disambut baik dan dimanfaatkan oleh masyarakat,
dengan mengikuti vaksin," terangnya.
Para warga yang mengikuti vaksin tahap 1 di daerah terisolir tersebut mengaku
senang karena untuk mendapatkan vaksin cukup datang dengan membawa KTP menuju
ke pantai.
Seperti yang diungkapkan Suyatno 41 tahun, warga setempat yang mengaku senang
adanya perhatian khusus terhadap warga yang tinggal di perkampungan nelayan
yang terisolir sungai Kalikuto.
"Saya
senang akhirnya di tempat kami ini dibuka vaksinasi. Tadi saya ramai-ramai
dengan warga yang lain datang vaksin di sini," ungkapnya. (*)
Source
: gatra.com