DPR Minta Pemerintah Cek Semua Daerah Cegah Vaksinasi Ilegal

Ruslan
270 view
DPR Minta Pemerintah Cek Semua Daerah Cegah Vaksinasi Ilegal
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya penjualan vaksin ilegal, pemerintah harus segera mengecek semua daerah. Hal ini guna menghindari agar kasus penjualan vaksin Sinovac untuk program vaksinasi pemerintah seperti terjadi di Medan, Sumatera Utara (Sumut) tidak terulang kembali.

"Saya meminta pemerintah untuk mengecek juga ke semua daerah. Jangan-jangan kasus seperti ini terjadi juga di daerah lain tapi tidak terungkap. Kita tahu, kebutuhan masyarakat atas vaksinasi sangat tinggi. Terlebih, vaksinasi Gotong Royong yang berbayar bagi pekerja perusahaan dan keluarganya sudah mulai berlangsung," kata Netty Prasetiyani Aher saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (23/5/2021).

Netty menyebutkan, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Menurutnya, kejadian seperti di MEdan tersebut menunjukkan pengawasan tentang masuk dan keluarnya dosis vaksin Covid-19 masih lemah dan tidak terpantau dengan maksimal.

Sebagaimana diketahui, sejumlah oknum secara ilegal menggunakan vaksin Sinovac jatah petugas lapas dan warga binaan Rutan Kelas I Medan untuk umum dengan mengenakan tarif Rp 250.000 per orang.

"Saya amat menyayangkan terjadinya penjualan vaksin ilegal di Sumatera Utara tersebut, apalagi ini dilakukan oleh ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan dinas kesehatan," ucapnya.

Selanjutnya, Netty juga menyebutkan, ASN sebagai perpanjangan tangan pemerintah seharusnya memberikan pelayanan dan menjadi contoh, bukan sebaliknya.

"Saya berharap pemerintah menindak tegas para pelaku, mengungkap motif dan bentuk pelanggaran yg dilakukan. Karena kejadian ini melibatkan 1.085 orang korban dalam bentuk 15 kali vaksinasi ilegal di Medan hingga Jakarta. Bahkan menurut keterangan polisi, vaksinasi ilegal ini telah berlangsung sejak April 2021," pungkasnya. (*)

Sumber: BeritaSatu.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)