Virus Cacar Monyet, Alfedri Himbau Dinkes Siak Agar Melakukan Antisipasi Dan Berkoordinasi Dengan Instansi Terkait

Hermansyah
676 view
Virus Cacar Monyet, Alfedri Himbau Dinkes Siak Agar Melakukan Antisipasi Dan Berkoordinasi Dengan Instansi Terkait
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, Senin (20/5/2019) menghimbau Dinas Kesehatan Kabupaten Siak untuk melakukan langkah antisipasi virus cacar monyet (Monkeypox). Hal ini agar Kabupaten Siak terhindar dari virus berbahaya tersebut..

Dinas Kesahatan Kabupaten Siak juga harus aktif untuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar mendapatkan informasi terbaru serta upaya pencegahan virus cacar monyet.

"Bila perlu pintu-pintu masuk antar pulau harus diperketat, jangan sampai virus tersebut masuk ke kota ini," sebut Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, Senin (20/05/2019).

Meskipun hingga saat ini belum adanya laporan terkait kasus yang terjadi di daerah (Kabupaten Siak) ini. Namun, upaya antisipasi dan pencegahan itu agar dilakukan melalui sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui Kader Kesehatan.

Dimana PHBS sendiri merupakan salah satu upaya efektif dalam mengantisiapasi berbagai wabah penyakit, dan melalui PHBS ini pula dapat meningkatkan daya tahan tubuh yang tentunya juga dapat menangkal berbagai virus.

Virus cacar monyet ini ditularkan dari beberapa hewan pengerat, selain monyet juga tikus dan tupai. Karenanya, masyarakat diminta agar aktif mencuci tangan setelah melakukan interaksi dengan setiap hewan lebih-lebih jenis binatang pengerat.

Menurut Alfedri, gejala virus atau penyakit ini, penderita terlrbih dulu mengalami demam dan muncul ruam-ruam terasa panas di sekujur tubuh.

"Selain itu, masyarakat jangan malas untuk menggunakan masker, apalagi sedang saat batuk sebagai upaya pencegahan. Virus cacar monyet hingga kini belum ada obatnya," pungkas Alfedri.

Selanjutnya, Dinas Kesehatn agar dapat melakukan sosialisasi dan himbauan kepada setiap masyarakat terkait dengan adanya virus cacar monyet, agar masyarakat dapat lebih waspada.

"Kalau memang ada vaksin, sebaiknya Dinkes juga agar dapat segera mengusulkan untuk pengadaan, dan ketika ada kasus ini, bisa segera ditangani dengan segera. Kita bukannya berharap ada kasus, tetapi ini sebagai upaya pencegahan karena mencegah lebih baik daripada mengobati," tukasnya seperti yang dilansir datariau.com dilaman karimuntoday.com, Senin (20/5/2019).

Menurut kabar yang berkembang, adanya tersiar tentang virus yang berasal dari Afrika bagian barat dan sudah terdeteksi masuk ke negara Singapura. Dimana saat ini, Singapura yang menjadi negara tempat kasus cacar monyet itu terlebih dulu ditemukan.

Takutnya, kata Alfedri, ada wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Siak dan menyebarkan virus tersebut, terlebih Siak merupakan salah satu kota tujuan wisata, sehingga upaya pencegahan secara cepat dapat dilakukan.

Editor
: Redaksi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)