Temui Kader Posyandu di Sabak Auh, Alfedri: Perhatikan Gizi Anak

Hermansyah
1.143 view
Temui Kader Posyandu di Sabak Auh, Alfedri: Perhatikan Gizi Anak
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dr R Toni Chandra.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri Msi dihadapan ratusan Kader Lansia dan Balita se kecamatan Sabak Auh menyampaikan, para kader merupakan ujung tombak sebagai penyampai program kesehatan ke  masyarakat. 

Saat ini yang menjadi isu pemerintah adalah anak kurang gizi dan stunting atau (suatu kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang, jika dibandingkan dengan umur yang menyebabkan anak tumbuh tidak normal

"Berikan anak-anak kita makan ikan dan telur yang mengandung protein, perhatikan gizi anak mulai dari kandungan, jangan sampai mereka kurang gizi, harapkan kita generasi kita kedepan tangguh juga cerdas," kata Alfedri saat menemui kader balita dan anak (Posyandu) di Sabak Auh, Sabtu, (28/9/2019) kemarin.

Bupati Siak Drs H Alfedri MSi sangat senang dapat hadir dan memberikan pencerahan kepada ibu-ibu kader posyandu dan balita se-Kecamatan Sabak Auh. Dia meminta, jika ada ditemukan anak kurang gizi agar dapat segera dilaporkan. 

"Anak-anak tidak boleh kurang gizi, kalau mendapat informasi tolong laporkan, agar kita tangani," ungkapnya.

Ia mendorong ibu-ibu kader posyandu agar berinovasi, dengan mengerakan UMKM, mulai dari membuat kerajinan, anyaman dan usaha lain seperti jualan kue dan produk makanan lainnya melalui online.

"Saya mendorong kader Lansia dan Balita berinovasi, dengan cara memanfaatkan dengan mengembangkan produk UMKM. Zamannya sekarang memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan hasil produk kita ke publik, menjadi penghasilan tambahan bagi kita," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Alfedri menyampaikan, bahwa pemerintah berupaya mengurangi angka kematian ibu melahirkan, kurang gizi dan stunting. Dan melalui program dan regulasi, yang tujuannya agar derajat kesehatan terus mengalami peningkatan serta masyarakat dengan mudah mengakses fasilitas kesehatan.

"Inovasi alarm persalinan yang dibuat oleh Puskesmas Kerinci Kanan, Siak. Akan kita upayakan menggunakan online dan dapat terakses di semua Puskesmas, bidan dan masyarakat. Sehingga, kalau ada ibu hamil dapat terpantau terus, harapan kita inovasi ini dapat menekan angka kematian ibu hamil dalam persalinan di Kabupaten Siak," terangnya.

Para ibu kader, pesan Alfedri, sudah mulai mengurangi pengunaan kemasan pelastik. Sebab, sampah pelastik di buang ke tanah tidak dapat terurai oleh tanah.

Jika dibuang ke laut atau sungai, lanjut Alfedri, dimakan ikan, sampah plastik itu tidak terurai didalam perut ikan yang kemudian di konsumsi oleh manusia dalam jangka waktu lama. "Inilah salah satu penyebab stunting, ditambah buruknya sanitasi," tutupnya.

Editor
: Redaksi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)