TAMBANG, datariau.com - Kepala Desa Tarai Bangun bersama 25 orang anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0313 Kampar bergerak memadamkan api. Kepala Desa juga tampak membawa ember untuk padamkan api.
Kades dan TNI dibawah pimpinan komandan tim Pelda A Hasibuan memadamkan beberapa titik api di lahan gambut perbatasan desa Rimbo Panjang dan Tarai Bangun, kecamatan Tambang kabupaten Kampar, Rabu (9/9/2015) pagi tadi.
Menurut Pelda A Hasibuan didampingi Kades Tarai Bangun Andra Maistar kepada datariau.com di lapangan mengatakan, kendati pada malam harinya daerah Pekanbaru dan sekitarnya diguyur hujan, namun beberapa titik api masih menyala pada lahan gambut di kecamatan Tambang ini yang menyebabkan kabut asap cukup tebal.
Oleh sebab itu, sebanyak 25 orang anggotanya didampingi oleh Babinsa Tarai Bangun Kopka Hendrizon melakukan pemadaman api secara manual dengan mempergunakan alat yang sangat sederhana seperti ember dan gayung, kayu, parang, dan cangkul untuk memutus mata rantai api pada lahan gambut.
Diterangkannya, pemadaman titik api dilakukan dengan cara berjalan kaki memasuki lahan-lahan yang terbakar dan menimbulkan asap dan memadamkannya secara manual dengan alat sederhana, dan kebanyakan pada lahan-lahan tersebut tidak terdapat sumber air atau jauh dari sumber air, sementara itu timnya mempunyai mesin pompa air sebanyak tujuh buah tapi tidak dapat dimanfaatkan karena sumber air yang tidak ada atau jauh sehingga tidak dapat digunakan.
"Pemadaman titik api pada lahan gambut kita lakukan dengan cara berjalan kaki dari tadi pagi, dan lahan-lahan yang masih terbakar dan menimbulkan kabut asap, kita padamkan secara manual dengan kayu, parang dan cangkul untuk memutus rembesan api. Dan kebanyakan lahan-lahan tersebut tidak mempunyai sumber air atau jauh dari sumber air," terang A Hasibuan.
Dikatakan Pelda A Hasibuan, disamping pihaknya melakukan pemadaman titik api pada lahan gambut, juga untuk melakukan pemetaan terhadap jalur yang dapat dilalui oleh kendaraan pemadam kebakaran atau sumber air yang terdekat sehingga nantinya akan memudahkan timnya untuk melakukan pemadaman.
Sementara itu Kades Tarai Bangun Andra Maistar mengatakan, kabut asap yang ada di daerahnya disebabkan terbakarnya lahan gambut milik masyarakat. Lahan tersebut ada yang berupa lahan kosong atau lahan kaplingan tanah dan juga ada lahan perkebunan sawit atau karet warga.
Dikatakan Andra, saat ini pihaknya kembali mengingatkan para pemilik lahan untuk tidak melakukan pembakaran lahan, baik lahan kaplingan tanah maupun perkebunan, karena kabut asap yang dihasilkan saat ini merupakan kejahatan kemanusiaan.
"Bersama anggota Kodim 0313 Kampar, kita membuka Posko Karlahut di kantor desa Tarai Bangun, hal ini untuk mempermudah pengawasan terhadap karlahut di wilayah ini," pungkas Andra. (nova)