Harga Sawit dan Karet Tidak Stabil, Husni: Riau Terancam Kemiskinan

2.426 view
Harga Sawit dan Karet Tidak Stabil, Husni: Riau Terancam Kemiskinan
Petani karet. (foto: abu hanifa agusri)
PEKANBARU, datariau.com - Sudah tiga bulan harga sawit dan karet di Provinsi Riau tidak stabil bahkan jatuh di angka yang tak wajar. Hal ini membuat petani karet dan sawit menjerit, harga sawit dan karet tak seimbang lagi dengan biaya kebutuhan hidup yang semakin melambung tinggi.

Anggota Komisi C DPRD Provinsi Riau Husni Thamrin, saat ditemui di kantornya mengatakan, bahwa harga karet dan sawit saat ini benar-benar jatuh di angka yang memprihatinkan, terutama di daerah Kabupaten Pelalawan.

"Harga sawit berada di kisaran Rp350-400 per kilogram, berbeda jauh dengan harga di beberapa bulan yang lalu yang mencapai Rp1200 per kilogram. Untuk karet di musim yang kemarau ini sudahlah harganya cuma Rp6000-an, jika makin hari harga makin turun bisa-bisa kriminalitas meningkat di Pelalawan," kata Husni, Kamis (20/8/2015).

Dikatakan Husni, jika kondisi ini berlangsung dua sampai tiga bulan lagi, maka terjadilah kemiskinan yang luar biasa di Provinsi Riau, tidak hanya di Pelalawan tapi di seluruh Riau.

"Karena masyarakat Riau mayoritas adalah petani sawit dan karet. Saya meminta kepada pemerintah Provinsi Riau untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk langkah antisipasi serta solusi persoalan ini," ujarnya.

Selain itu, Husni juga menambahkan bahwa seharusnya saat ini pemerintah memperhatikan masyarakat khususnya petani, bukan sibuk mengurusi pilkada, sementara rakyat terabaikan tidak makan.

"Karena penyebab jatuhnya harga sawit di wilayah Riau ini hanya ada dua pembeli, bisa saja terjadi monopoli bisnis dengan harga ditentukan oleh mereka sendiri. Ini yang harus dicari solusi bersama-sama oleh pemerintah," pungkasnya. (mam)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)