Ternyata Ini Penyebab Elpiji 3 Kg Langka di Desa Tarai Bangun Kampar

datariau.com
1.748 view
Ternyata Ini Penyebab Elpiji 3 Kg Langka di Desa Tarai Bangun Kampar
Riki
Tumpukan elpiji subsidi dijual di salah satu warung Jalan Suka Karya Ujung, posisi warung dengan pangkalan elpiji di daerah itu hanya 6 pintu ruko, bersebelahan. Foto diambil pada Sabtu sore (9/12/2017).

TAMBANG, datariau.com - Kelangkaan gas elpiji subsidi di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar yang sekian lama terjadi membuat pemerintah desa memanggil rapat seluruh pemilik pangkalan di desa yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru tersebut.

"Kemaren sudah kita kumpulkan para pemilik pangkalan, sudah kita buat kesepakatan bersama agar penyaluran tepat sasaran, selama ini dari isu yang berdar dan anggapan kita bersama bahwa pangkalan yang terkesan melakukan permainan dengan pedagang eceran sehingga gas habis di pangkalan," kata Kades Tarai Bangun Andra Maistar SSos kepada datariau.com, Ahad (10/12/2017).

Namun ketika 15 pemilik pangkalan di Desa Tarai Bangun diundang rapat di Kantor Desa, kata Andra, maka terkuak fakta bahwa ada oknum pemilik usaha mikro kecil dan rumah tangga yang memanfaatkan momen dengan memfoto copy Kartu Keluarga sebanyak-banyaknya.

"Menyuruh anak, istri dan suami untuk bergantian mengambil gas di pangkalan yang sama dan berbeda, setelah dicek di buku blok penyaluran yang ditandatangani pembeli, baru ketahuan permainan oknum tersebut. Kemudian para pemilik pangkalan saya perintahkan menjemput gas yang ada di rumah oknum tersebut," terang Andra.

Atas kejadian itu Kades mengeluarkan Surat Keterangan usaha mikro yang ditujukan pada pangkalan tertentu sehingga tak bisa lagi mengambil di pangkalan lain.

"Kalau pedagang yang di warung itu tak bisa kita masuk, ranahnya pribadi, yang bisa kita lakukan pengawasan kan pangkalan, itu pun hanya sifatnya kepedulian, yang lebih berwenang adalah dinas terkait, Satgas dan Pertamina. Tidak ada tupoksi kades, tapi kita lakukan pendekatan. Kebanyakan mereka dapat gas dari kota," terang Kades lagi.

Diterangkan Andra, bahwa saat ini total pangkalan di Desa Tarai Bangun ada 17, jika dihitung jumlah KK warga Desa Tarai Bangun maka masih jauh dari kata cukup.

"Terkadang yang menjadi persoalan adalah masyarakat yang hanya punya 1 tabung, ketika gas masuk di pangkalan stok gasnya masih ada, ketika gasnya di rumah habis stok di pangkalan yang sudah habis," pungkasnya.

Penulis
: Riki
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
Tag:elpiji
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)