Idul Adha Elpiji 3 Kg Langka, Harga Selangit Bikin Warga Menjerit

datariau.com
1.758 view
Idul Adha Elpiji 3 Kg Langka, Harga Selangit Bikin Warga Menjerit
Syaripuddin
Tampak warga berkeliling mencari gas elpiji.

LANGSA, datariau.com - Memasuki hari Raya Idul Adha ketiga tahun 2017, harga gas melon elpiji 3 kg bersubsidi di Langsa tembus Rp32 ribu per-tabung, pasalnya gas melon di Langsa menjadi langka dari peredaran di pangkalan.

Mahalnya harga gas melon elpiji 3 kg lima hari belakangan ini lebih disebabkan banyaknya permintaan pasar, sehingga kuota yang ada tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dari amatan datariau.com di lapangan, harga ecer di kios-kios bervariasi, ada yang menjual sekitaran Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per-tabung, ada pula yang menjual Rp27 ribu hingga Rp32 ribu per tabung jauh diatas harga HET (Harga Eceran Tertinggi) yang hanya Rp18 ribu pertabung.

"Gas melon elpiji 3 kg harganya selangit, tembus Rp32 ribu pertabung, penyebabnya selain sulit diperoleh dan jumlahnya terbatas, pengambilannya pun mahal," ungkap salah seorang pedagang kios eceran di seputaran Kota Langsa kepada datariau.com, Ahad (3/9/2017).

Sudahlah harganya mahal, warga juga kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg. Hal ini terpantau datariau.com dimana sejumlah warga menenteng tabung gas isi ulang berputar-putar mencari gas elpiji tersebut.

Seperti dikatakan Sayed Mahdi kepada datariau.com di Langsa, Ahad (3/9) pagi. Biasanya gas melon 3 kg ini dengan mudah ditemukan di kios-kios pengecer, paling banter harganya kisaran Rp21 ribu hingga Rp23 ribu pertabung.

"Tapi kali ini, selain harganya mahal, sulit pula diperoleh, sudah berputar-putar hampir separoh kota ini baru kami dapatkan gas melon tersebut, kalo tabung yang 15,1 kg banyak sih, harganya sekitaran Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per-tabung," jelas Sayed.

Sementara Yono, salah seorang warga Kota Langsa mengaku, untuk gas elpiji tabung ukuran 15,1 kg masih mudah didapatkan, harga isi ulangnya mencapai Rp150 ribu per-tabung. "Kalau tabung 15,1 kg kami tidak mampu membelinya, karena terlalu berat untuk mengeluarkan kocek sebesar Rp150 ribu pertabung," kata warga tadi.

Di tempat lain menurut salah seorang pemilik pangkalan elpiji di Kota Langsa, habisnya stok di tempatnya karena memang belakangan ini permintaan pasar kebutuhan warga meningkat tajam membeli elpiji 3 kg ini.

"Sehingga kehabisan stok, termasuk tabung gas elpiji ukuran 15,1 kg. Makanya sejumlah penyalur banyak yang tutup, selain berlebaran juga karena kehabisan stok, termasuk salah satunya penyalur PT Langsa Harapan dan PT Harapan Minyak Tanah," pungkasnya.

Penulis
: Syaripuddin
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)