Harga Elpiji Subsidi Selangit, Warga Langsa Menjerit

datariau.com
2.057 view
Harga Elpiji Subsidi Selangit, Warga Langsa Menjerit
Syarifuddin
Gas elpiji bersubsidi belum lagi dibongkar, warga sudah mulai menyerbu.

LANGSA, datariau.com - Melewati pekan keempat harga gas melon (gas elpiji 3 Kg) masih saja melambung tinggi di pasar eceran Kota Langsa dan harganya pun bervariasi, mulai dari harga terendah Rp28 ribu hingga harga tertinggi tembus Rp33 sampai Rp35 ribu pertabung melon.

Kondisi ini terus berlanjut, namun hingga kini sepertinya tidak mendapat respon dari pihak pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Kota Langsa terkait gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg yang kanaikannya sudah melampaui 100 persen lebih hingga ke tingkat meresahkan warga masyarakat tersebut.

Seperti baru saja dialami Isna (58) seorang ibu rumah tangga warga PB Blang Pasee yang menyatakan kepada datariau.com, Rabu (15/11/2017), bahwa dirinya menukarkan tabung pembelian gas bersubsidi itu di kios pengecer seharga Rp33 ribu.

"Mau beli ke pangkalan tidak setiap saat ada dan buka, sementara kebutuhan harus terpenuhi, akhirnya meski harganya mahal yang melambung tinggi mau tak mau terpaksa dibeli," katanya.

Hampir semua pangkalan apabila gas elpiji bersubsidi masuk dibongkar di pangkalan terlihat sudah antrian pebisnis kecil-kecilan dengan membawa puluhan tabung yang berani membayar lebih tinggi dari konsumen dengan HET Rp18 ribu.

Hal sama juga dialami Taufik (46) warga Simpang Komodore Langsa lama bahwa dirinya mengaku sangat sulit mencari gas ukuran 3 Kg, sebahagian besar kios eceran menjual paling rendah dengan harga Rp28 ribu.

Dirinya sudah berkeliling kota Langsa untuk menukarkan tabung gas melon 3 Kg tersebut, dari pengalamannya itu harga yang ditawarkan kios pengecer bervariasi ada yang menjual Rp35 dan Rp33 ribu dan ada pula yang Rp28 ribu pertabung.

"Akibat melangitnya harga gas bersubsidi ini, kami sebagai warga masyarakat kebanyakan dan penjual makanan kelas bawah merasa kecewa, karena sudah melewati empat pekan harga gas bersubsidi ini belum juga teratasi, dan ini jelas sudah sangat meresahkan," pungkasnya.

Penulis
: Syarifuddin
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)