TALUKKUANTAN, datariau.com - Kehadiran tokoh Kabupaten Siak yakni Bupati Siak Drs H Syamsuar Msi, Sabtu (15/7/2017) kemarin. Pada Final Pacu Jalur Rayon II di Tapian Gudang Pulau Gobah, Desa Sungai Pinang Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi, membawa angin segar bagi ribuan masyarakat yang menyaksikan olahraga Tradisional yang sudah ada sejak ratusan tahun silam.
Ucapan terima kasih lewat pengeras suara oleh pihak panitia, berkali-kali diutarakan kepada Syamsuar, seraya membawa berlangsungnya Pacu Jalur.
"Suatu kebanggaan bagi masyarakat Sungai Pinang, Kuansing, atas kehadiran Pak Syamsuar yang juga Bupati Siak," kata Raja Masran.
Raja Masran juga menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Syamsuar, kiranya bisa mempromosikan Pacu Jalur ini hingga mendunia. Apalagi diketahui sebagai daerah wisata Siak cukup banyak dikunjungi pelancong.
Kehadiran Bupati Siak Syamsuar itu, disambut Kadis Pariwisata Kuansing, Marwan, sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Dalam bincang-bincang dengan Marwan, Syamsuar sempat melemparkan ide untuk tukar promosi kedua daerah. Caranya, Marwan diminta memberikan template yang berisikan kelender wisata Kuansing yang nantinya diberikan kepada pelancong yang datang ke Siak.
"Tentunya, Siak juga akan memberi template ke Kuansing tentang kelender wisata Siak yang diharapkan dibagikan kepada wisatawan yang datang ke sini. Kerja sama ini murahnamun efektif. Nanti, silakan hubungan Kadis Pariwisata Siak, Pak Fauzi," kata Syamsuar.
Sesaat Syamsuar berbincang-bincang dengan Marwan, pacu jalur putaran kedua pun dilepaskan. Sorak-sorai dari penonton di bibit Suangai Pinang bergemuruh. Budak-budak di atas batang dangking serunya, sampai mengoyang-goyangkan dahan pokok kayu. Ada juga anak-anak di atas pohon, duduk di dahan berteriak sambil menguncang-guncangkan dahan tempat dia bertahan.
Penonton lainnya yang sebelumnya berdiri di belakang tenda utama melangkah maju hingga membuat Syamsuar "terjepit" di antara warga yang lainnya. Para penonton itu, ingin melihat secara jelas timnya sampai ke garis finish. Sebab, jika dari belakang hal itu tidak terlihat. Begitu mengetahui siapa pemenangnya, warga kembali ke tempat semula.
Sudah menjadi adatnya, pada setiap tim pacu jalur yang barusaja berlomba, melintas tenda utama tamu undangan, kemudian tamu kehormatan, Syamsuar memberi semangat dengan melempar bungkusan plastik asoi yang berisikan jeruk. Selain itu, Syamsuar juga melemparkan beberapa bungkus rokok dari berbagai merek yang sudah dipersiapkan.
Selain memberi semangat, Syamsuar juga memberi menambah nilai hadiah, berupa uang tunai sebesar Rp10 juta kepada panitia.
Usai memberi semangat, dihadapan Syamsuar, di seberang sungai, terlihat puluhan ekor kaluang atau keluang berterbangan dari pohon. Spontan Syamsuar mengatakan,"Indah, ini bisa dijual kepada pelancong luar negeri, di sana mana ada keluang macam gini," ucap Syamsuar dan di amini Marwan.
Syamsuar juga menyebutkan, melihat antusias warga yang menonton, dia berpendapat pada sisi kanan dan kiri, khususnya tempat warga menonton, perlu dikasi turap. Tujuannya, agar bibir sungai tidak runtuh dan penonton pun terjamin keselamatannya.
Apalagi bibir sungai sangat labil."Ya, pak. Nampaknya menunggu Gubernur Riau yang baru, pak. Paling tidak sepanjang 200 meter turap dibangun di sini," kata tokoh masyarakat setempat, Hermalis, sambil menepuk-nepuk pundak Syamsuar yang duduk di sebelahanya.
Pacu Jalur Rayon II di Suangai Pinang ini, panjang jalurnya 1,2 kilometer, diikuti oleh 40 peserta dan yang masuk ke babak final sebanyak 10 tim pacu jalur. Setelah, usai Pacu Jalur Rayon II ini dilanjutkan Pacu Jalur Rayon III di Kecamatan Baserah. Sebelumnya, kegiatan yang sama di Rayon 1 sudah berlangsung di Cerenti, dan Rayon IV Kecamatan Sentajoraya.
Akhir Pacu Jalur di tingkat kecamatan ini, setiap rayon diambil empat pemenang bertarung lagi di tingkat kabupaten di Tapian Narosa.
Kegiatan Tradisional pacu jalur di Tapain Narosa sudah menjadi warisan Budaya Nasional, dan dilaksankan setiap tahunnya pada bulan Agustus menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Syamsuar, warisan Budaya Nasional ini perlu ditingkatkan lagi hingga menjadi warisan Internasional. Hal ini sangat memungkin apalagi berbagai objek wisata di Kuansing cukup potensi untuk dijual kepada pelancong. Ada pemandian air panas dan ada air terjun.
Namun, Syamsuar menyarankan sebelumnya harus dilakukan penataan pedagang sehingga tersusun rapi dan perlu penataan parkir. Selain itu, perlu pembangunan infrastruktur yang memadai.
Hingga matahari terbenam, Pacu Jalur Rayon II itu belum juga selesai. Mengingat azan Magrib berkomandan, final Pacu Jalur dihentikan sejenak dan Syamsuar masih betahan.
"Terima kasih Pak Syamsuar yang masih bertahan hingga saat ini," kata sang MC.
Usai azan, Pacu Jalur Final itu dimulai lagi. Selanjutnya, setelah melaksanakan Shalat Magrib berjemaah Syamsuar menyerahkan hadiah.