SMM PANEL INDO

Penjelasan Al-Quran Tentang Gunung-gunung Dihancurkan Menjadi Debu

datariau.com
122 view
Penjelasan Al-Quran Tentang Gunung-gunung Dihancurkan Menjadi Debu
Ilustrasi. (Foto: int)

DATARIAU.COM - Fenomena terjadi di Indonesia ketika enam gunung api di berbagai wilayah mengalami erupsi secara bersamaan pada akhir Agustus dan awal September 2026 kemarin. Enam gunung api yang erupsi secara bersamaan tersebut adalah Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Beberapa kejadian ini bisa diambil hikmahnya, salah satunya merenungi bahwa ini belum ada apa-apanya dengan hari ketika gunung-gunung dihancurkan kelak. Dan hendaknya kejadian ini bisa menambah keimanan dan keyakinan kita.

Allah Ta’ala berfirman, “dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya. maka jadilah ia debu yang beterbangan” (Qs. Al-Waqi’ah: 5-6)

Imam Ibnu Katsir membawakan tafsir Qatadah, beliau berkata: “maksud dari ‘debu yang berterbangan adalah sebagaimana bagian-bagian yang kering dari (sisa-sisa) pepohonan yang tertiup di bawa oleh angin.” [Tafsir Ibnu Katsir 7/515, Darut Thayyibah, 1420 H, syamilah]

Allah Ta’ala berfirman, “dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu” (QS. Al-Mursalat: 10).

Allah Ta’ala berfirman, “dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan” (QS. Al-Qari’ah: 5).

Demikianlah keadaan hari kiamat kelak, yaitu gunung-gunung dihancurkan dan berpindah dari tempatnya (meledak) kemudian menjadi debu yang berterbangan. Syaikh Asy-Syinqithi rahimahullah menjelaskan, “gunung-gunung akan dicabut dari tempatnya dan terlepas. Kami telah menjelaskan, pendapat terkuat adalah yang pertama dengan penjelasan yang lengkap mengenai keadaan gunung-gunung pada hari kiamat.” [Adwa’ul Bayan, tafsir surat Al-Waqi’ah]

Pakar tafsir Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata, “maka jadilah bumi tidak ada gunung lagi, tidak ada penanda (bentuk-bentuk) di bumi.” [Taisir Karimir Rahmah hal 832, Mu’assasah Risalah, 1420 H, Asy Syamilah]

Musibah juga bisa karena dosa perbuatan manusia


Tentu saja ini tidak semata-mata karena kejadian alam saja akan tetapi terkait juga dosa perbuatan manusia, bisa jadi sudah banyak maksiat dan dosa yang sudah merajalela. Allah Ta’ala berfirman,

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Qs. Ar-Rum: 41)

Allah Ta’ala berfirman, “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Asy Syura: 30).

Bertaubat, intropeksi dan mencari hikmah


Setiap musibah pasti ada hikmahnya agar manusia intropeksi dan muhasabah. Tidak mungkin Allah menurunkan musibah agar manusia musnah dan agar manusia mengalami kesusahan saja. Allah Ta’ala berfirman, “Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melata pun” (QS. Fathir: 45).

Dan setiap musibah pasti merupakan penghapus dosa-dosa manusia jika mereka bersabar, “Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya” [HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 651]

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)