Kembalilah Kepada Allah Sebelum Hatimu Benar-benar Dikunci Mati!

Ruslan
3.777 view
Kembalilah Kepada Allah Sebelum Hatimu Benar-benar Dikunci Mati!
Foto: Internet/Ilustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Ada hal penting yang kita ketahui agar kita semua benar-benar takut ketika akan melakukan sebuah maksiat yang tentu merugikan diri sendiri dan bisa jadi orang lain, yaitu bahwa maksiat ini akan mendatangkan maksiat selanjutnya, akan menyebabkan kita cenderung melakukan maksiat selanjutnya.

Inilah yang dimaksudkan bahwa suatu keburukan akan membawa keburukan selanjutnya. Allah berfirman,

ﻭَﺟَﺰَﺍﺀُ ﺳَﻴِﺌَ ﺳَﻴِﺌَ ﻣِﺜﻠُﻬَﺎ

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa.” (QS. Asy-Syura: 40).

Demikian juga Ibnu Abbas menjelaskan bahwa jangan pernah merasa aman ketika telah melakukan maksiat karena bisa jadi akan melakukan maksiat selanjutnya yang lebih besar. Beliau berkata,

ﻳﺎ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺬﻧﺐ، ﻻ ﺗﺄﻣﻦ ﻣﻦ ﺳﻮﺀ ﻋﺎﻗﺘﻪ، ﻭﻟﻤﺎ ﻳﺘﻊ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﺃﻋﻈﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﺇﺫﺍ ﻋﻤﻠﺘﻪ

“Wahai pelaku dosa, janganlah merasa aman dari jeleknya akibat dosa, karena dosa yang lebih besar bisa jadi mengiringinya/mengikutinya, lebih besar dari dosa yang telah engkau lakukan (sekarang).” (Hilyatul Auliya’ no. 1180).

Jika kita perhatikan, seseorang memang melakukan dosa secara bertahap. Misalnya seorang pembunuh dan perampok, umumnya tidak langsung membunuh dan merampok tetapi melakukan hal-hal kecil perlahan-lahan dahulu semisal mencopet dan melukai orang lain.

Maksiat dan dosa yang kecil ini akan membuat hati menjadi ternoda perlahan-lahan dan akhirnya hati tersebut mati.

أُو۟لَٰئِكَ ٱلذِينَ طَبَعَ ٱللهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِم وَسَمعِهِم وَأَبصَٰرِهِم ۖ وَأُو۟لَٰئِكَ هُمُ ٱلغَٰفِلُونَ

"Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS: An-Nahl Ayat 108).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Sesungguhnya seorang mukmin, jika melakukan satu perbuatan dosa, maka ditorehkan di hatinya satu titik hitam. Jika ia bertaubat, berhenti dan minta ampun, maka hatinya akan dibuat mengkilat (lagi). Jika semakin sering berbuat dosa, maka titik-titik itu akan bertambah sampai menutupi hatinya. Itulah” raan” yang disebutkan Allah ta’ala, ‘sekali-kali tidak akan tetapi itulah” raan” yang disebutkan Allah dalam Al Qur’an’ ”.(HR. Ahmad, Tirmidzi, dihasankan Al Albani).

Yang sangat kita khawatirkan adalah kita sebelumnya telah paham, tetapi kita melanggar tiada henti, akhirnya Allah simpangkan hati selama-lamanya. Wal ‘iyadzu billah.

Allah berfirman,

ﻠَﻤَﺎ ﺯَﺍﻏُﻮﺍ ﺃَﺯَﺍﻍَ ﺍﻟﻠَﻪُ ﻗُﻠُﻮﻬُﻢ

“Maka ketika mereka melenceng (dari jalan yang lurus) niscaya Allah lencengkan hati-hati mereka.” (Ash-Shaff/61:5).

خَتَمَ ٱللهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِم وَعَلَىٰ سَمعِهِم ۖ وَعَلَىٰ أَبصَٰرِهِم غِشَٰوَةٌ ۖ وَلَهُ' عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." (QS: Al-Baqarah ayat 7).

Karena Allah telah menyegel dan menutup hati mereka beserta kebatilan yang ada di dalamnya. Allah juga menutup telinga mereka sehingga tidak bisa mendengarkan kebenaran untuk diterima dan diikuti. Allah juga menutup mata mereka sehingga tidak bisa melihat kebenaran yang sangat jelas di hadapan mereka. Kelak di akhirat mereka akan mendapatkan azab yang sangat berat. (Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram).

Semoga Allah menjaga kita dari berbagai maksiat dan dosa.

Penyusun: Raehanul Bahraen


Artikel asli: muslimafiyah.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)