Jujurlah, Apa Benar Hati Ini Senang Saat Bulan Ramadhan Datang?

datariau.com
559 view
Jujurlah, Apa Benar Hati Ini Senang Saat Bulan Ramadhan Datang?

Terbukanya pintu surga, tertutupnya pintu neraka


Begitu banyak kebaikan yang ada pada bulan Ramadhan, sampai-sampai Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai bulan yang penuh berkah, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah.” (H.R. An-Nasa’i, dinilai shahih oleh Al-Albani).

Tidak hanya sampai di situ saja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (H.R. Bukhari & Muslim).

Ibadah puasa dalam bulan Ramadhan juga merupakan perisai dari siksa neraka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dibukanya pintu surga ketika Ramadhan dikarenakan banyaknya amal shalih dan berharap kepada Allah. Dan ditutupnya pintu neraka ia dikarenakan sedikitnya maksiat yang dikerjakan oleh orang-orang yang beriman (Majalis Syahri Ramadhan lil ‘Utsaimin hal. 15). Begitu luas kasih sayang Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya yang beriman.

Pahala berlipat di bulan penuh rahmat


Allah Ta’ala menjanjikan ganjaran yang amat besar di bulan Ramadhan. Dan janji Allah pasti benar, tiada dusta sedikit pun di dalamnya. Ibrahim An-Nakha’i rahimahullah berkata, “Puasa sehari di bulan Ramadhan lebih utama dari puasa seribu hari di luar Ramadhan. Satu bacaan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama dari seribu bacaan tasbih di hari lainnya. Begitu juga pahala satu rakaat shalat di bulan Ramadhan lebih baik dari seribu rakaat di bulan lainnya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 270)

Termasuk pula bersedekah di bulan Ramadhan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (H.R. Tirmidzi, dinilai shahih oleh Al-Hafizh Abu Thahir).

Pikirkan sekali lagi..


Sekali lagi, begitu banyak keutamaan dan berbagai bentuk keberkahan bulan Ramadhan, sehingga mungkin tulisan ini belum bisa mencakup seluruhnya. Oleh karena itu, jujurlah, dan mari pikirkan sekali lagi. Bukankah ini waktu yang tak biasa? Bukankah bulan ini begitu spesial? tidakkah kita merindukannya?

Semoga Allah berikan kita taufiq-Nya agar kita bisa merindukan Ramadhan, dan mampu mempersiapkan diri dengan maksimal di detik-detik perjumpaan dengannya ini. Semoga Allah pertemukan kita semua dengan bulan Ramadhan tahun ini, dan menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik kita semua, sebagai jalan awal untuk menjadi versi terbaik di seluruh sisa hidup kita nantinya.***

Artikel asli: buletin.muslim.or.id

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)