DATARIAU.COM - Hari Arafah merupakan salah satu hari paling mulia dalam Islam. Hari yang jatuh pada 9 Dzulhijjah ini bukan sekadar momentum wukuf bagi jamaah haji, tetapi juga menjadi waktu terbaik bagi seluruh kaum muslimin untuk memperbanyak doa, istighfar, zikir, dan taubat kepada Allah Ta’ala.
Jika pada malam Lailatul Qadar para malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan rahmat Allah, maka pada Hari Arafah terdapat keistimewaan yang jauh lebih agung: Allah Ta’ala sendiri mendekat kepada hamba-hamba-Nya dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat.
Allah berfirman tentang malam Lailatul Qadar: “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al-Qadr: 4)
Sedangkan tentang Hari Arafah, Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka dibanding Hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat seraya berfirman: ‘Apa yang mereka inginkan?’” (HR. Muslim no. 1348)
Baca juga:
3 Tanda-tanda Lailatul Qadar yang Bisa Dilihat dan Dirasakan
Hadits ini menunjukkan betapa agungnya Hari Arafah. Dalam penjelasan para ulama Ahlus Sunnah, Allah Ta’ala benar-benar mendekat sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk dan tanpa membahas bagaimana hakikatnya.
Bahkan dalam riwayat lain disebutkan: “Sesungguhnya pada hari itu Allah turun ke langit dunia lalu membanggakan orang-orang yang wukuf di Arafah di hadapan para malaikat-Nya...”
Hari Terbaik untuk Berdoa
Hari Arafah juga dikenal sebagai hari mustajabnya doa. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585, dihasankan Al-Albani)
Karena itu, para ulama sangat menganjurkan umat Islam memperbanyak doa sejak pagi hingga menjelang maghrib pada Hari Arafah. Tidak hanya jamaah haji di Padang Arafah, tetapi juga kaum muslimin di seluruh dunia.
Baca juga:Kita Sedang Berada di Bulan Dzulhijjah, Jangan Lupa Kerjakan 5 Amalan Ini?
Hari Pengampunan Dosa
Selain menjadi waktu mustajab untuk berdoa, Hari Arafah juga merupakan hari penghapusan dosa. Rasulullah ﷺ bersabda tentang puasa Arafah: “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162)
Betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Hanya dengan satu hari puasa yang dilakukan penuh keimanan dan keikhlasan, dosa dua tahun diampuni oleh Allah Ta’ala.
Baca juga:Keutamaan Puasa Arafah Menghapus Dosa 2 Tahun
Hari Penyempurnaan Agama
Hari Arafah juga memiliki sejarah besar dalam Islam. Pada hari itulah Allah menurunkan ayat: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku atasmu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah: 3)
Ayat ini turun ketika Rasulullah ﷺ sedang wukuf di Arafah pada Haji Wada’. Karena itu, Hari Arafah menjadi simbol kesempurnaan nikmat Islam bagi umat manusia.
Baca juga:Benarkah Puasa Arafah Bisa Menghapus Semua Dosa?
Momentum Taubat dan Tangisan Doa
Hari Arafah adalah hari ketika langit dipenuhi doa-doa hamba. Ada yang memohon ampunan, meminta rezeki halal, memohon keselamatan keluarga, kesembuhan penyakit, hingga berharap husnul khatimah.
Maka jangan sia-siakan Hari Arafah. Perbanyaklah, istighfar, membaca Al-Qur’an, zikir dan takbir, bersedekah, puasa Arafah, dan memperbanyak doa.
Karena boleh jadi, di Hari Arafah itulah Allah menghapus dosa-dosa kita, mengangkat derajat kita, dan mengabulkan doa-doa terbaik dalam hidup kita. Hari Arafah adalah kesempatan emas bagi setiap muslim untuk kembali kepada Allah dengan hati yang tulus dan penuh harap.***
Baca juga:Sudah Tahukah Andah Keutamaan Hari Arafah