Benarkah Syaikh Al-Albani Mendhoifkan Shahih Bukhori dan Muslim? Berikut Penjelasannya

Admin
297 view
Benarkah Syaikh Al-Albani Mendhoifkan Shahih Bukhori dan Muslim? Berikut Penjelasannya

Kenapa Syaikh Al Albani ?

Di atas telah kita jelaskan bahwa celaan terhadap Syaikh Al Albani tersebut zhalim dan tidak proporsional. Yang kita pertanyakan, kenapa Al Albani yang dihujat dan diserang? Beberapa poin berikut barangkali bisa menjawabnya:

Pertama, barangkali ini menunjukkan keutamaan Syaikh Al Albani. Beliau laksana pohon yang tinggi, yang harus siap menghadapi angin kencang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya:

أَي الناسِ أَشَد بَلَاءً؟ قَالَ: الأَنبِيَاءُ ثُم الأَمثَلُ فَالأَمثَلُ

“Siapa yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab: “Para nabi, kemudian yang terbaik, kemudian yang terbaik setelahnya.” (HR. Tirmidzi, disahihkan Al Albani)

Kedua, inilah sunah pembawa kebenaran, sebagaimana dikatakan Waraqah bin Naufal kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَم يَأتِ رَجُلٌ قَط بِمِثلِ مَا جِئتَ بِهِ إِلا عُودِيَ

“Tidak ada seorang pun yang datang dengan seperti apa yang engkau bawa, kecuali dimusuhi.” (Muttafaq ‘alaih)

Ketiga, karena Syaikh Al Albani adalah imam Ahlusunnah dan mujaddid (pembaharu-dengan maknanya yang sebenarnya) di abad ini. Beliau berada di shaf terdepan dalam mendakwahkan sunnah dan menjelaskan kebatilan, terkadang dengan tegas dan tanpa tedeng aling-aling, sehingga membuat kewalahan para pengusung kebatilan.

Keempat, beliau adalah salah satu tokoh besar dakwah ahlussunnah, yang perkembangannya membuat banyak ahlul bid’ah kalang kabut. Jatuhnya ulama dakwah ahlussunnah h akan berpengaruh pada perkembangan dakwah. Jadi bukan hanya Al Albani yang diserang, tapi lebih penting dari itu dakwah yang beliau bawa.

Kelima, karena itu, tidak perlu heran jika setelah ini kita mendengar serangan-serangan lain terhadap Syaikh Al Albani (misalnya menuduhnya berakidah murji’ah) atau ulama yang lain. Alhamdulillah kebenaran itu jelas. Hendaknya kita senantiasa mendekat dari meja ilmu dan ulama, agar terus mendapat bimbingan mereka. Akhirnya kita berdoa, semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada Syaikh Al Albani, dan membimbing kita semua untuk teguh di atas kebenaran. Amin.

والله تعالى أعلم، وصلى الله على نبينا محمد، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

Referensi:


- Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, Darussalam.

- Syarah al-‘Aqidah ath-Thahawiyyah, takhrij Syaikh al-Albani, al-Maktab al-Islami.

- Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah, Maktabah al-Mutanabbi.

- Al-Maktabah asy-Syamilah, Maktabah Shautiyyah Masjid Nabawi.

- Mukhtashar Sahih al-Bukhari, al-Albani, al-Maktab al-Islami.

- Al-Qamus al-Muhith, al-Fairuzabadi, Muassasah ar-Risalah.

- Difa’an ‘anis Salafiyyah, ‘Amr ‘Abdul Mun’im, Maktabah ash-Shahabah.

- Syaikh al-Albani Dihujat, Yusuf Abu Ubaidah, Pustaka Abdullah.

***

Penanya: Abu Ahmad Bangili

Dijawab Oleh: Ustadz Anas Burhanuddin, Lc (Mahasiswa S2 Universitas Islam Madinah)

Artikel asli: konsultasisyariah.com