Apakah Anda Sudah Hidup Bahagia? Begini Cara Mengukurnya

Admin
506 view
Apakah Anda Sudah Hidup Bahagia? Begini Cara Mengukurnya

DATARIAU.COM - Apakah kita sudah bahagia hidup di dunia ini? Betapa banyak kita lihat saudara kita hidup dalam kemewahan, serba berkecukupan, harta benda dan anak-anak, makanan juga selalu enak-enak, kemudian kita berpikir, dia hidup bahagia. Kemudian kita lihat pula saudara kita lainnya, hidup dalam kesusahan, serba berkekurangan, bahkan tidak memiliki apa-apa, terlintas di benak kita dia hidup tidak bahagia.

Namun semua itu hanya penilaian dari pandangan mata saja, tanpa mengetahui arti kebahagiaan sejati itu apa, karena tidak selamanya yang memiliki banyak harta dan serba berkecukupan itu jaminan untuk mereka hidup bahagia, demikian pula tidak selamanya seorang yang terlihat serba berkekurangan dicap sebagai orang yang tidak bahagia.

Kebahagiaan itu berbeda-beda tergantung dari persepsi setiap orang. Ada yang bahagia ketika bermaksiat, ada yang berbahagia ketika melakukan hobi yang tidak bermanfaat, dan ada yang bahagia ketika melakukan hal-hal aneh yang merugikan masyarakat. Ini semua adalah kebahagiaan yang semu dan hanya sementara saja. Kebahagiaan yang tidak menenangkan hati dan menentramkan jiwa kita. Bahkan ada kebahagiaan yang menipu, yaitu menipu manusia, karena dia menyangka itu adalah kebahagiaan. Padahal hakikatnya, itu adalah kesengsaraan, semisalnya pecandu narkoba.

Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir, kita dibimbing oleh syariat agar bahagia dunia dan akhirat dengan kebahagiaan yang sejati. Bukan kebahagiaan yang semu, bahkan kebahagiaan yang menipu.

Baca juga: Curhat Hanya Kepada Allah


Kebahagiaan secara umum

Secara umum, kebahagiaan itu terdapat pada tiga perkara. Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah menjelaskan tanda tersebut, yaitu:

إذا أعطى شكر، وإذا ابتلي صبر، وإذ أذنب استغفر، فإن هؤلاء الثلاث عنوان السعادة

1. jika diberi kenikmatan, dia bersyukur,

2. jika diuji dengan ditimpa musibah, dia bersabar,

3. dan jika melakukan dosa, dia beristighfar (bertaubat),

maka tiga hal ini adalah tanda kebahagiaan” (Matan Al-Qawa’idul Arba’).

Perincian apa itu kebahagiaan

Sebagian ulama menjelaskan lebih rinci, apa itu kebahagiaan dan tanda-tandanya. Imam As-Syathiby rahimahullah menjelaskan,

من علامات السعادة على العبد : تيسير الطاعة عليه، وموافقة السنة في أفعاله، وصحبته لأهل الصلاح، وحسن أخلاقه مع الإخوان، وبذل معروفه للخلق، واهتمامه للمسلمين ، ومراعاته لأوقاته

“Di antara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba adalah:

1. dimudahkan ketaatan baginya,

2. perbuatan-perbuatannya (amalnya) sesuai dengan sunnah,

3. berteman dengan orang-orang saleh,

4. baiknya akhlak kepada sesama manusia,

5. menyebarkan kebaikan pada semua makhluk,

6. memberikan perhatian kepada kaum muslimin, dan

7. pandai menjaga waktu” (Al-I’tishom, 2 : 152).

Hal yang paling penting dan perlu diketahui bahwa kebahagiaan itu terutama terletak di hati, bukan pada harta, jabatan dan kedudukan. Hal ini sederhana, tetapi banyak dilupakan dan dilalaikan oleh mansuia. Mereka tertipu dengan dunia dan gemerlap dunia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيسَ الغِنَى عَن كَثرَةِ العَرَضِ ، وَلَكِن الغِنَى غِنَى النفسِ

“Yang namanya kaya (ghina’), bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salah satu tanda kebahagiaan sejati yang juga sering dilupakan manusia adalah bahagia dengan membahagiakan orang lain atau senang karena membuat senang orang lain. Sebagaimana ungkapan bahasa Arab,

سؤال: من أسعد الناس
الجواب: من أسعد الناس

Pertanyaan, ‘Siapakan manusia yang paling berbahagia?’
Jawaban, ‘Mereka yang membuat manusia bahagia (membahagiakan orang lain).’”

Hal ini selaras dengan hadis Nabi Shallallahu ‘alahi wasallam, bahwa salah satu amalan yang paling besar pahalanya di sisi Allah adalah memasukkan kebahagiaan di hati seorang muslim.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

أفضل الأعمال أن تدخل على أخيك المؤمن سرورا

“Sebaik-baik amal saleh adalah agar engkau memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman” (HR. Ibnu Abi Dunya, Jami’ush Shaghir no. 1096).

Semoga kita selalu bahagia dunia-akhirat dengan taufik dari Allah Ta’ala dan amal saleh. Allah Ta’ala berfirman,

مَن عَمِلَ صَٰلِحًا من ذَكَرٍ أَو أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤمِنٌ فَلَنُحيِيَنهُۥ حَيَوٰةً طَيبَةً ۖ وَلَنَجزِيَنهُم أَجرَهُم بِأَحسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl: 97).

Demikian pembahasan kami, semoga bermanfaat.

Baca juga: Terkabulnya Do'a pada Hari Jum'at


Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel: www.muslim.or.id

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)