DATARIAU.COM - Hendaknya kita berdoa dan sangat berharap kepada Allah agar kita diampuni selama bulan Ramadhan.
Mengapa demikian? Karena begitu banyak sebab-sebab ampunan di bulan Ramadhan.
Mulai dari shalat, puasa, sedekah, ibadah lailatul qadar bahkan zakat fitrah juga sebagai bentuk “penyuci” bagi mereka yang berpuasa.
Perhatikan dalil-dalil berikut yang menunjukkan banyaknya sebab ampunan di bulan Ramadhan:
1. Puasa Ramadhan menghapuskan dosa
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka diampuni semua dosanya yang telah lewat.” [HR. Bukhari dan Muslim]
2. Shalat malam di bulan Ramadhan menghapuskan dosa
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni semua dosanya yang telah lewat.”[HR. Muslim]
3. Sedekah menghapuskan dosa
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,
“Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai. Bersedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Dan shalat seseorang di kegelapan malam ...[HR. Tirmidzi]
4. Shalat pada malam lailatul qadar menghapuskan dosa
“Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan (penuh) keimanan dan pengharapan (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” [HR. Bukhari & Muslim]
5. Zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa
Ibnu Abbas mengatakan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri, sebagai penyuci orang yang berpuasa dari perbuatan yang menggugurkan pahala puasa serta dari perbuatan atau ucapan jorok, juga sebagai makanan bagi orang miskin.” [HR. Abu Daud]
Begitu banyak ampunan di bulan Ramadhan, sehingga apabila ada yang tidak diampuni di bulan Ramadhan maka benar-benar “keterlaluan” jeleknya.
Dalam suatu hadits disebutkan bahwa orang yang tidak diampuni di bulan Ramadhan akan mendapatkan celaka dan kerugian yang besar.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,
“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.” [HR. Ahmad, shahih]
Ibnu Rajab menukilkan perkataan salaf,
“Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan, maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya.” [Latha-if Al-Ma’arif, hal. 297]
Semoga kita semua diampuni selama bulan Ramadhan. Demikian semoga bermanfaat.
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslim.or.id