Sebaliknya Allah Mencela Orang Yahudi
Berkebalikan dengan Nabi Ya’qub ‘alaihis salam, Allah sangat sering mencela orang Yahudi di dalam Al Qur’an dan melaknat mereka serta Allah sangat murka pada mereka. Namun Allah murka dan mencela demikian dengan menggunakan nama Yahudi dan nama orang kafir dari Bani Isroil, bukan dengan nama Israel/Isroil yang merupakan nabi yang mulia, putra dari Nabi yang mulia yaitu Ishaq dan keturunan kholilullah (kekasih Allah) yaitu Ibrahim ‘alaihimus salam.
Perhatikanlah ayat berikut, Allah Ta’ala melaknat Yahudi disebabkan perkataan mereka,
وَقَالَتِ ال?'يَهُودُ يَدُ الل?'َهِ مَغ?'لُولَةٌ غُل?'َت?' أَي?'دِيهِم?' وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا
“Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu” , sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila’nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu.” (QS. Al Ma’idah: 64)
Perhatikanlah pula ayat berikut, Allah Ta’ala telah melaknat orang kafir dari Bani Isroil,
لُعِنَ ال?'َذِينَ كَفَرُوا مِن?' بَنِي إِس?'رَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى اب?'نِ مَر?'يَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَو?'ا وَكَانُوا يَع?'تَدُونَ
“Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (QS. Al Maidah: 78)
Yang Paling Dekat dengan Agama Nabi Ya’qub bukan Orang Yahudi
Yang mewarisi agama Nabi Ya’qub dan kakeknya Ibrahim ‘alaihimas salam adalah orang-orang yang beriman. Allah Ta’ala berfirman,
إِن?'َ أَو?'لَى الن?'َاسِ بِإِب?'رَاهِيمَ لَل?'َذِينَ ات?'َبَعُوهُ وَهَذَا الن?'َبِي?'ُ وَال?'َذِينَ آَمَنُوا وَالل?'َهُ وَلِي?'ُ ال?'مُؤ?'مِنِينَ
“Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 68)
Perhatikan pula dalam ayat berikut diceritakan bahwa Ibrahim ‘alaihis salam berlepas diri dari orang Yahudi, Nashrani dan orang musyrik. Allah Ta’ala berfirman,
مَا كَانَ إِب?'رَاهِيمُ يَهُودِي?'ًا وَلَا نَص?'رَانِي?'ًا وَلَكِن?' كَانَ حَنِيفًا مُس?'لِمًا وَمَا كَانَ مِنَ ال?'مُش?'رِكِينَ
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran: 67).