PEKANBARU, datariau.com - Akhirnya, fraksi gabungan di DPRD Kota Pekanbaru terbentuk. Fraksi gabungan tersebut dinamai Fraksi PPP PKS NasDem yang merupakan nama gabungan partai. Tak ada nama khusus untuk fraksi gabungan satu-satunya di legislasi kota ini.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Said Usman Abdullah, di sela-sela rapat penandatanganan kesepakatan bersama antara tiga partai tersebut, di ruang Fraksi PPP, Selasa (16/9/2014), kepada wartawan menjelaskan, bahwa tiga partai ini telah sepakat untuk membentuk satu fraksi.
"Pakai nama partai masing-masing saja, tak ada nama khusus. Biar mudah diingat. Namanya Fraksi PPP PKS NasDem," ungkap Said.
Nota kesepakatan PPP, PKS, dan NasDem, nomor: 01/MoU/Fraksi PPP-PKS-NasDem/IX/2014 tentang Koalisi PPP, PKS, dan NasDem DPRD Kota Pekanbaru, masa jabatan tahun 2014-2019, ditandatangani oleh Ketua DPC PPP Kota Pekanbaru Said Usman Abdullah, Sekretaris DPC PPP Zulkarnain SE MSi, Ketua DPD PKS Kota Pekanbaru Drs Syamsuddin B, Sekretaris DPD PKS Kota Pekanbaru M Fadri AR, Ketua DPD NasDem Kota Pekanbaru Evi Nurdin, dan Sekretaris DPD NasDem Kota Pekanbaru Yustina Dorlan SH MKn.
Dalam konferensi pers yang dilakukan PPP di ruang fraksinya, disebutkan bahwa dibentuknya tiga partai ini menjadi satu fraksi yang gemuk di DPRD Kota Pekanbaru karena komunikasi yang terjadi selama ini cukup intens dan visi misi ketiga partai hampir sama.
"Kami sudah menyamakan visi dan misi. Dengan susunan fraksi ini kami sudah sepakat struktur fraksi Ketua dari PPP, Wakil Ketua PKS, Sekretaris Fraksi dari NasDem, dan Bendahara dari PKS karena kita punya wanita satu-satunya. Selebihnya sebagai anggota biasa. Kami memiliki personil 10 orang, dari PPP 4 orang, PKS 3 orang, dan NasDem 3 orang," terang Said.
Ditanya mengenai adanya ivent pilkada dalam waktu dekat, sementara dari tiga partai ini memiliki pandangan dan prinsip masing-masing yang diatur partai, apakah akan terjadi perpecahan antara tiga partai tersebut karena diketahui bahwa dalam koalisi di pusat, PKS dan PPP masuk dalam Koalisi Merah Putih, sementara NasDem bergabung di dalam Koalisi Indonesia Baru, Sadi menjelaskan, bahwa kondisi itu bisa saja terjadi.
"Namun yang jelas, untuk tahap ini kami merasa ada kecocokan. Kalau mengenai pilkada nanti kita lihat lagi. Kalau kecocokan dari awal biasanya lebih mudah dirajut ketika ada perpecahan. Yang jelas awalnya kita sudah sepakat. Ini untuk kepentingan legislatif dan Kota Pekanbaru," ujar Said.
Demikian juga Syamsuddin, bergabungnya PKS ke PPP merupakan hasil dari komunikasi yang dilakukan partai secara intens. "Sehingga terjalin kebersamaan, melalui kebersamaan itulah kita melihat ternyata visi dan misi kita sama, dan terbentuklah fraksi ini. Partai lain sebenarnya bisa saja, namun karena komunikasi tadi tidak terjalin," ungkapnya.
Sementara Evi Nurdin, mengatakan, dalam menentukan gabungan fraksi di daerah, tak ada interpensi dari pimpinan partai pusat. Sehingga, perbedaan koalisi yang terjadi antara NasDem dan dua partai lainnya tersebut dalam skala nasional, tidak akan menjadi kendala karena sepenuhnya menentukan NasDem di daerah bergabung dengan apa adalah kebijakan daerah masing-masing. "Tak ada interpensi dari pusat, walaupun ada koalisi merah putih NasDem bukan masuk di PPP," ulasnya singkat.
Perpecahan dalam pilkada tahun 2017 nantinya, penasehat PKS Dian Sukheri SIp menjelaskan, bahwa tergantung kepada kondisi politik di pilkada. Namun yang pasti, tiga partai dalam fraksi gabungan ini berusaha untuk menjalankan tugas sesuai fungsinya di legislatif.
"Tentu melihat poros nantinya seperti apa. Kita lihat saja dinamika politiknya nanti seperti apa. Semoga, fraksi ini menjadi sakinah mawadah warohmah," tutur Dian.
Menurut Sekretaris PPP Pekanbaru Zulkarnain, menyebutkan bahwa PPP itu merupakan rumah besar. "Ideologi kita sama dengan dau partai ini. PPP tempat berkumpul, inilah PPP," ulasnya.
Dalam nota kesepahaman, disebutkan juga bahwa fraksi ini diharapkan bertahan dan langgeng dalam satu periode kedepan. "Kita dalam nota ini menyebutkan bahwa fraksi ini untuk satu periode. Semoga saja itu terwujud," tambah Anggota DPRD dari PPP Samsul Bahri SPd.
Seperti diketahui, di DPRD Kota Pekanbaru terdapat dua partai yang tidak memenuhi kuota membentuk satu fraksi yaitu PKS dan NasDem yang sama-sama hanya memperoleh 3 kursi. Untuk itu kedua partai ini diharuskan bergabung dengan partai lain untuk membentuk satu fraksi gabungan. Maka kedua partai tersebut memilih PPP yang memiliki 4 kursi.
Sementara partai lain yang juga memiliki 4 kursi, yakni Gerindra, Hanura dan PKB tidak menjadi fraksi gabungan. Sehingga jumlah fraksi di DPRD Kota Pekanbaru menjadi 8 fraksi, diantaranya; 1. Fraksi Golkar (7 kursi), 2. Fraksi Demokrat (6 kursi), 3. Fraksi PAN (5 kursi), 4. Fraksi PDI-P (5 kursi), 5. Fraksi PKB (4 kursi), 6. Fraksi Hanura (4 kursi), 7. Fraksi Gerindra (4 kursi), dan 8. Fraksi PPP PKS NasDem (10 kursi).
Adapun nama-nama Anggota Fraksi di DPRD Kota Pekanbaru sebagai berikut:
Fraksi Golkar:
1. Hj Masni Ernawati
2. Yose Saputra
3. Tarmizi Muhammad
4. Sahril SH
5. Herwan Nasri
6. Roni Amriel
7. Ida Yulita Susanti SH
Fraksi Demokrat:
1. Tengku Azwendi Fajri SE
2. Heri Setiawan
3. Sigit Yuwono ST
4. Eri Sumarni
5. Desi Susanti SSos
6. Aidil Amri
Fraksi PAN:
1. Ir Nofrizal MM
2. Sondia Warman SH
3. Drs Maspendri
4. Puji Daryanto
5. Hj Yurni
Fraksi PDI-P:
1. Ir Hotman Sitompul
2. Dapot Sinaga SE
3. Ruslan Tarigan
4. Rustam Panjaitan
5. Jhon Romi Sinaga
Fraksi PKB:
1. Suprianto
2. H Marlis Kasim
3. Zaidir Albaiza SH
4. Yusrizal
Fraksi Gerindra:
1. H Wan Agusti
2. Sri Rubianti
3. H Fathullah
4. Zainal Arifin SE
Fraksi Hanura:
1. Ferry Shandra Pardede SE
2. Kudus Kurniawan Siahaan SSi
3. Ali Suseno
4. H Darnil SH
Fraksi Gabungan (PPP PKS NasDem):
1. Zulkarnain SE MSi (PPP)
2. H Said Usman Abdullah (PPP)
3. Samsul Bahri SPd (PPP)
4. Drs Nasruddin Nasution MA (PPP)
5. Dian Sukheri (PKS)
6. Mulyadi AMd (PKS)
7. Roem Diani Dewi SE MM (PKS)
8. Zulfan Hafiz ST (NasDem)
9. Fikri Wahyudi (NasDem)
10. Tarmizi Akhmad (NasDem)
(*)