Waspada, Motif Cupid Tak Senonoh di Jilbab Beredar di Pasaran

datariau.com
2.974 view
Waspada, Motif Cupid Tak Senonoh di Jilbab Beredar di Pasaran

BALIKPAPAN, datariau.com - Masyarakat Kota Beriman sedang dihebohkan dengan dijualnya jilbab bermotif tak senonoh dan dilarang dalam aturan Islam.

Informasi yang dihimpun Balikpapan Pos, penutup aurat wanita itu dijual di salah satu kios di Balikpapan Barat.

Sepintas seperti tidak ada yang aneh dengan motifnya, bunga-bunga cantik berbagai warna. Namun di tengah bunga terselip gambar sosok bayi tanpa busana yang biasa disebut Cupid. Biasanya gambar seperti itu ada pada lukisan bertema Renaisans. Lantas bagaimana mungkin kini ada pada atribut umat muslim?

Balikpapan Pos mengonfirmasi Cadio Tarompo, seorang seniman lukis dam sketser Balikpapan.

Menurutnya, ada kejanggalan dalam motif tersebut. Motif bidadari berwujud bayi tanpa busana yang kerap disebut cupid ini tidak senada.

"Jika saya lihat gambar kontras antara bunga dan gambar dengan gaya Renaisans. Seperti dipaksakan untuk berdampingan," ungkapnya pada Sabtu (18/11), dikutip datariau.com dari prokal.co.

Menurutnya, jenis gambar seperti pada motif jilbab ini belum pernah ia temukan. Ada kemungkinan motif yang kurang senonoh di balik gambar tersebut seolah-olah dipaksalan dan dibiasakan.

Ia menjelaskan, gambar tersebut adalah gambar dekorasi yang merupakan hiasan biasanya memang ditemukan oada gordenk seprai, atai hiasan pakaian. Namun untuk jilbab, motif sangat dipaksakan. "Malah seperti motif gereja masa renaisance. Biasanya di kaca, lukisan," imbuhnya.

Seorang Ustadz, Ahmad Rosyidi mengatakan, gambar sejenis ini memang kerap ditemukan pada banyak atribut muslim seperti pakaian dan sajadah. "Umat Islam sebaiknya menghindari pemakaiam motif yang mengarah pada sebuah pelecehan," pesannya.

Lebih lanjut ia menyerukan, baiknya umat muslim yang menemukan motif tersebut segera menyampaikan pada MUI untuk dikaji agar dapat diantisipasi. "Ya menurut saya dengan motif ini ada pada jolbab terlihat ada unsur kesengajaan. Sebaiknya MUI mengadakan penelitian terhadap hal serupa," tandasnya.

Editor
: Windy
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)