Rakyat Geleng Kepala, Impor Semakin Menggila

datariau.com
1.215 view
Rakyat Geleng Kepala, Impor Semakin Menggila

JAKARTA, datariau.com - Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, kebijakan impor Pemerintah Jokowi soal impor 500.000 ton beras, 3,7 ton garam dan rencana impor 1,8 juta ton gula mendapat kritik tajam dari publik.

Pasalnya, hal tersebut dinilai publik justru akan merugikan para petani beras, petani garam bahkan petani tebu yang bukan hanya akan menjatuhkan harga hasil panen para petani, akan tetapi berdampak pada tidak lakunya barang hasil panen petani.

“Pemerintah saat ini keliru dan jelas tidak memuliakan petani keran impor dibuka lebar-lebar untuk bersaing dengan para petani, disaat beras surplus yang mengherankan adalah dan menjadi pertanyaan publik apakah impor adalah satu-satunya solusi untuk menstabilkan harga barang? jika memang iya, statement Presiden yang mengatakan 'sedih banget' terhadap kebijakan impor adalah isapan jempol belaka," tutur Panji kepada datariau.com melalui rilisnya, Selasa (23/1/2018).

Panji mengatakan, sudah terlalu banyak retorika Pemerintah yang tidak sesuai dengan faktanya, sebagai contoh ketika harga daging naik, pemerintah mengeluarkan kebijakan impor daging beku dan daging kerbau, hasilnya tidak mempengaruhi harga daging yang sedang melonjak naik.

Di sisi lain pula pemerintah pernah mengatakan jika naiknya harga sandang dan pangan ini adalah ulah mafia dan pemerintah akan memutus jalur agar dapat menghemat biaya produksi hingga saat ini nyatanya belum terealisasi pula.

"Jika cara pemerintah seperti ini wajar jika saat ini asosiasi para petani yang terdampak kebijakan impor kecewa terhadap Pemerintahan Jokowi, karena janji Jokowi memuliakan para petani sebagai tujuan untuk mewujudkan ekonomi yang berdikari hingga kini belum terwujud," tutup Panji.

Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)