Pertalite Termahal di Riau, Zaidir Nilai Pemerintah Tidak Pro Rakyat

datariau.com
1.870 view
Pertalite Termahal di Riau, Zaidir Nilai Pemerintah Tidak Pro Rakyat

PEKANBARU, datariau.com - Masyarakat tidak hanya disusahkan dengan berkurangnya kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di berbagai SPBU yang ada, namun kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertalite yang dinilai semakin mencekik masyarakat menengah kebawah.

Pasalnya, masyarakat menengah terpaksa ikut menikmati BBM non subsidi tersebut, harga Pertalite yang kini Rp8000 per liter diharapkan agar segera diturunkan kembali.

Mahalnya harga Pertalite ini karena pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menerapkan Perda nomor 4 tahun 2015 perubahan perda nomor 8 tahun 2011 tentang pajak daerah.

Khusus penerapan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBB-KB), artinya pemerintah sengaja menaikkan harga Pertalite sesuai dengan Perda yang ada untuk mengenjot sektor pendapatan asli daerah.

"Harusnya pemerintah tidak menaikkannya (Pertalite), kan pemerintah bisa pantau situasi. Jangan malah menaikkan di tengah situasi yang serba terpuruk ini," saran Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Pekanbaru H Zaidir Albaiza SH MH, Rabu (24/1/2018).

Padahal, menurut Zaidir lagi, pemerintah mulai membatasi dan menghilangkan BBM jenis Premium dan memaksa masyarakat "kosumsi" BBM jenis Pertalite dan ketika sudah digunakan oleh sebagian besar masyarakat, pemerintah malah menaikkannya.

"Ini jelas menyulitkan masyarakat dan semestinya pemerintah bisa berpihak ke masyarakat di tengah ekonomi masyarakat serba sulit sekarang ini," pungkasnya.

Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)