Masjid Falatehan Punya Cerita Tersendiri

datariau.com
1.844 view
Masjid Falatehan Punya Cerita Tersendiri
Masjid Falatehan seusai penikaman anggota Brimob (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

JAKARTA, datariau.com - Masjid Falatehan, Jakarta Selatan. Diresmikan pembangunannya pada 18 Mei tahun 1985 silam, oleh Wahyu Hagono, Direktur Utama Perum Peruri kala itu. Memiliki kesan bangunan tua, bercat hijau, yang mendominasi seluruh sisi masjid, tak ada yang menyangka, masjid beratap genteng hitam ini akan terkenal dalam waktu sekejap karena peristiwa di Jumat (30/6/2017) malam.

Waktu itu malam turun. Masjid mengumandangkan adzan, tanda waktu shalat Isya datang. Tidak ada yang mencurigakan, shalat berjalan seperti biasanya di malam itu. Tiga shaf terdepan terisi penuh, imam segera menyelesaikan duduk tahyat akhir, namun hal tak disangka tiba-tiba mendekat, seorang bertubuh besar berbaju biru tiba-tiba bangun dari barisan shafnya menghampiri dan menusuk dua anggota polisi yang sedang beribadah.

Rupanya sang pelaku juga ikut shalat bersama sang korban sebelum melakukan penusukan. Pelaku melarikan diri menuju keluar masjid. Namun dengan sigap polisi melumpuhkan pelaku dengan timah panas hingga tewas, tak jauh dari lokasi masjid.

Terlepas dari peristiwa penusukan semalam, rupanya masjid ini punya ceritanya sendiri. Masjid pernah mengalami renovasi pada tahun 1996. Pembangunan masjid sendiri dimulai sekitar tahun 80-an dan seiring berjalannya waktu berhasil memberikan kesan bagi para pengunjungnya yang datang.

Bangunan ini awalnya berbentuk rumah, namun sedikit demi sedikit, ujar salah satu pengurus masjid, dibangun menjadi besar demi kepentingan ibadah umat.

"Dari tahun 80an lah dibangun ini. Dulu bekas rumah direnovasi sedikit-sedikit akhirnya jadi kelihatan seperti masjid," ujar Chairudin (52), dikutip kumparan.com, Sabtu (1/7/2017).

Ada sisi lain ketika kumparan mewawancarai pengunjung lain usai waktu Zuhur. Sebut saja Udin (39). Ia mungaku selalu sengaja menyempatkan dirinya hampir setiap beribadah di masjid ini. Daya tarik keindahan kumandang adzan dan kajian usai shalat Zuhur selalu ia nantikan di hari kerja.

"Sering shalat disini juga, sekalian istirahat kalau lagi capek nyetir," ujar Udin (39) salah seorang sopir taksi yang sedang menunggu waktu Zuhur tiba.

"Enak adzannya enak. Engga tau ada kejadian saya, kaget juga," sambung pria asli Citayam tersebut.

Masjid ini bak klinik pengobat hati bagi pekerja dan warga di kawasan Blok M. Masjid ini di area komplek Peruri yang berada tak jauh dari Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, dan hanya 200 meter dari terminal Blok M.

Editor
: Adi
Sumber
: Kumparan.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)