DATARIAU.COM - Pendapat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Andika Perkasa yang akan menghentikan sejumlah tes yang dirasa tidak perlu bagi rekrutmen baru Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD), diterjemahkan publik sebagai sinyal positif akan adanya penghapusan tes keperawanan.
Tes tersebut selama ini masih berlaku bagi perempuan yang akan mengabdi ke matra darat itu.
Namun, pendapatnya tidak serta merta diartikan bahwa yang dihapus adalah tes yang menyangkut keperawanan seseorang. Perlu pembicaraan dengan Mabes TNI serta Komnas Perempuan terkait pembahasan ini.
"Perlu dirumuskan bareng antara Mabes TNI dengan Komnas Perempuan untuk memperkuat arus utama kesetaraan gender di militer, bukan hanya tes keperawanan, tapi juga misalnya tentang kurikulum pendidikan militer yang berbasis gender," kata Analisis Pertahanan LAB 45, Andi Wijayanto saat dihubungi kumparan, Sabtu (7/8).
Andi menambahkan, persoalan kesetaraan gender di tubuh militer memang jadi soal serius di angkatan bersenjata dunia. Bahkan, Amerika Serikat pun mengalami perdebatan serupa.
"Masalah ini bukan hanya ada di TNI tetapi juga di negara lain seperti AS yang sampai sekarang masih memperdebatkan penerapan perspektif gender di organisasi militer," kata Andi.