DATARIAU.COM - Pandemi covid-19memaksa banyak orang untuk tetap tinggal dan beraktivitas dari rumah selama hampir 2 tahun. Banyak yang merasa senang karena tidak harus bepergian, namunada juga yang merasa sangat bosan.
Terlebih pasca gelombang kedua pandemi yang terjadi beberapa bulan lalu, gerak masyarakat tak terkecuali berwisata semakin terbatasi. Sejumlah tempat wisata hingga hotel juga terpaksa ditutup untuk menekan kasus penyebaran positif covid-19.
Kini kondisi sudah semakin membaik. Pasalnya, kasus harian covid-19 sudah semakin berkurang dan terkendali.
Pemerintah juga sudah melonggarkan kegiatan masyarakat, termasuk untuk plesiran.
Namun sebelum berpetualang dan plesiran sejumlah persiapan harus dilakukan, utamanya dari segi keuangan.
Lantas, apa saja yang harus diperhatikan?
1. Persiapkan Bujet Wisata
Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan dalam mempersiapkan dana berwisata terdapat sejumlah hal yang harus dipertimbangkan. Seperti lokasi wisata, durasi berlibur, jenis akomodasi, dan jenis transportasi yang akan digunakan.
Sebab baginya pilihan berwisata sangat bergantung pada kenyamanan setiap individu. Bagi yang ingin berwisata mewah dapat memilih akomodasi hotel bintang 5. Sementara yang menyukai backpacking penginapan bujet tidaklah masalah.
"Misalkan sama-sama mau ke Bali, buat yang suka backpacker atau berbintang lima berarti akomodasinya berbeda. Itu bergantung dengan keinginan yang ujungnya akan mempengaruhi kenyamanan kita " ujar andy, Kamis (21/10).
Perencana Keuangan Lusiana Darmawan menyarankan untuk menyiapkan anggaran terlebih dahulu agar lebih tenang dalam merencanakan perjalanan. Sebab dengan anggaran tersebut anda dapat menentukan jenis akomodasi dan transportasi apa yang dapat digunakan.
Bila anda berwisata bersama keluarga, ia mengingatkan untuk menyiapkan biaya ekstra dan memilih tempat yang sesuai agar perjalanan anda nyaman dan aman.
2. Cara Alokasi Bujet
Lusiana menyarankan agar sebelum berwisata anda harus menguraikan terlebih dahulu komponen biaya terkait liburan.
"Misalnya tiket pesawat, biaya bensin untuk roadtrip, biaya akomodasi, konsumsi, transportasi di destinasi wisata, tiket wisata, biaya PCR, dan sebagainya," ujarnya.
Kemudian, rincian dana tersebut dapat anda jumlahkan dari setiap individu. Lalu menentukan waktu keberangkatan yang diinginkan. Sehingga anda akan mengetahui berapa besaran biaya yang harus disiapkan.
Dengan demikian, anda dapat menentukan sumber dana apa yang akan mendanai biaya perjalanan, baik berupa surplus bulanan hingga bonus dari pekerjaan.
3. Realistis dengan Kondisi Keuangan
Menurut Andy berwisata maupun piknik adalah hal yang penting bagi setiap orang untuk dapat menyeimbangkan kesehatan dan pikirannya setelah habis terkuras untuk bekerja. Sehingga pilihan berwisata maupun piknik bergantung pada kondisi keuangan masing-masing.
"Be realistic. Tau diri gitu ya, kalau tau kondisi keuangannya sedang tidak baik jangan memaksakan diri untuk berwisata ke tempat dengan biaya yang tinggi," tandasnya.
Ia pun mencontohkan bagi anda yang memiliki dana Rp10 juta masih dapat berwisata ke Bali dengan mempertimbangkan beberapa hal. Seperti menggunakan transportasi darat, menginap di penginapan bujet, hingga mengatur dana kulineran dan oleh-oleh.
4. Produk Keuangan untuk Berwisata
Lusiana mengatakan menabung untuk liburan biasanya akan memakan waktu kurang dari satu tahun. Sehingga simpanan dapat dimasukkan ke dalam instrumen keuangan yang bersifat likuid.
"Seperti tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang," katanya.
Andy pun menjelaskan bagi perjalanan yang direncanakan dalam satu tahun ke depan dapat memilih produk keuangan reksadana pendapatan tetap dan campuran.
Bagi yang ingin mengambil risiko tinggi, reksadana saham atau pasar saham dapat menjadi pilihannya. Selain itu, logam mulia dalam jangka 2-3 tahun ke depan dapat menjadi produk keuangan pilihan untuk wisata religi salah satunya umrah.
5. Tren Wisata Bujet
Wisata ala backpacker bisa menjadi alternatif liburan sekaligus menekan pengeluaran. Andy mengatakan dengan cara seperti ini wisatawan dapat menekan biaya akomodasi. Selain itu, anda dapat memilih tiket keberangkatan dari jauh-jauh hari agar mendapat tarif yang murah.
Lusiana mengatakan liburan dalam kota yang mudah dijangkau dapat menjadi pilihan. Sehingga akan menghemat biaya transportasi dan akomodasi.
Ia turut menyarankan staycation atau berlibur di dalam hotel dapat menjadi alternatif yang tepat. Sebab anggota keluarga dapat menikmati fasilitas yang tersedia, terutama hotel yang menawarkan fasilitas bermain atau wisata alam untuk keluarga.(*)
Source :cnnindonesia.com