SMM PANEL INDO

Viral Marahi Pejabat BNPB, Camat Lamba Leda Utara Klarifikasi

datariau.com
57 view
Viral Marahi Pejabat BNPB, Camat Lamba Leda Utara Klarifikasi
Foto: Ist.
Camat Lamba Leda Utara menyampaikan permintaan maaf kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait insiden saat pengecekan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.

DATARIAU.COM - Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agus Supratman, menyampaikan permintaan maaf kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait insiden saat pengecekan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Agus melalui video klarifikasi yang dibuat pada Rabu (26/8/2026). Klarifikasi itu disampaikan untuk meluruskan informasi mengenai insiden yang sebelumnya viral di media sosial.

Agus mengakui kejadian tersebut telah menimbulkan beragam persepsi dan berpotensi merugikan sejumlah pihak, mulai dari BNPB, pemerintah daerah hingga masyarakat penerima bantuan gempa.

Baca juga:Minta Polemik Tidak Dipertajam, BNPB Pastikan Penyaluran Bantuan Logistik di Manggarai Timur Tepat Sasaran


“Sesungguhnya, peristiwa itu lebih banyak tidak seperti yang dibagikan oleh beberapa pihak yang sangat merugikan BNPB dan Pak Deden sendiri dan pemerintah Kabupaten Manggarai Timur serta pihak-pihak penerima manfaat dari bantuan dari peristiwa gempa ini,” ujar Agus dalam video klarifikasi.

Ia juga secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada Deden, pejabat BNPB yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Sekali lagi saya mohon maaf semuanya. Pak Deden, terima kasih. Mohon maaf Pak Deden,” ucapnya.

Dalam penjelasannya, Agus menyebut persoalan tersebut berawal dari kesalahpahaman mengenai mekanisme distribusi dan jumlah bantuan yang tersedia di wilayah Manggarai Timur.

Baca juga:Jemput Bola Tanggap Darurat Gempa NTT, Dukcapil Turunkan Enam Tim ke Tujuh Kabupaten


Menurut Agus, bantuan dari pemerintah pusat disalurkan hingga tingkat kabupaten. Selanjutnya, pemerintah kabupaten menerbitkan berita acara dan mendistribusikan bantuan logistik ke kecamatan.

“Dari pusat hanya batasnya sampai di kabupaten. Kabupaten yang terbitkan berita acara dan distribusi logistiknya ke kecamatan,” jelasnya.

Agus mengatakan bantuan yang dialokasikan untuk Kabupaten Manggarai Timur sebenarnya cukup banyak. Namun, saat insiden berlangsung, bantuan yang telah tiba di Kecamatan Lamba Leda Utara masih terbatas karena terkendala transportasi.

“Untuk Kabupaten Manggarai Timur banyak. Tetapi situasinya pada saat itu baru satu pikap yang sudah masuk ke kecamatan terdaftar dan satu dump truk dan itu yang harus kami bagikan,” terangnya.

Baca juga:Caritas Indonesia Gandeng Airbnb.org, Sediakan Hunian Gratis bagi Warga Terdampak Gempa Flores


Ia juga meluruskan informasi mengenai jumlah bantuan yang disebutkan oleh petugas BNPB. Menurut Agus, jumlah tersebut merujuk pada bantuan yang telah masuk ke wilayah Kabupaten Manggarai Timur secara keseluruhan, bukan seluruhnya sudah berada di Kecamatan Lamba Leda Utara.

“Yang dimaksud oleh Pak Deden adalah bantuan yang sudah masuk ke seluruh Kabupaten Manggarai Timur,” kata Agus.

Seiring berjalannya distribusi, Agus menyebut dirinya melihat langsung bantuan terus berdatangan dan kemudian disalurkan kepada masyarakat melalui 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur.

Menurutnya, kondisi tersebut penting diketahui publik agar persoalan distribusi bantuan tidak dipahami hanya berdasarkan situasi yang terjadi saat insiden berlangsung.

Agus juga membantah dirinya mendapat tekanan untuk membuat video klarifikasi. Ia menegaskan bahwa klarifikasi dan permintaan maaf tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Saya tidak ditekan oleh siapa-siapa. Saya datang dengan inisiatif sendiri untuk memberikan klarifikasi,” tegas Agus.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat menghentikan kesimpangsiuran informasi sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dan BNPB dalam penanganan bencana.

“Saya datang dengan niat baik untuk menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah dan lebih khususnya kepada Pak Deden dan BNPB,” pungkas Agus.

Sebelumnya, nama Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, menjadi perhatian publik setelah video dirinya memarahi seorang pejabat BNPB beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, Agustinus mempersoalkan jumlah bantuan korban gempa yang diterima posko logistik karena dinilai tidak sebanyak jumlah yang disampaikan pejabat BNPB kepada pihak lain.

Dalam rekaman itu, Agustinus terlihat menunjuk ke arah pejabat BNPB dan meluapkan emosinya. Ia juga sempat membanting satu karung beras beberapa kali di hadapan pejabat tersebut.

Peristiwa itu diketahui berlangsung di posko utama Kecamatan Lamba Leda Utara pada Jumat (21/8/2026). Saat itu, Agustinus membenarkan bahwa dirinya terlibat dalam kejadian tersebut.

“Benar, kejadian di posko utama Kecamatan, di tenda logistik,” kata Agustinus.

Melalui klarifikasi terbarunya, Agus berharap persoalan tersebut tidak lagi berkembang menjadi polemik yang dapat mengganggu proses penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.

Ia menekankan pentingnya pemahaman yang utuh mengenai alur distribusi logistik agar bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat dan informasi mengenai penanganan bencana tidak menimbulkan kesalahpahaman.***

Tag:BNPBNtt
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)