UMKM Pekanbaru Berkembang Pesat, Pengelolaan Keuangan Masih Menjadi Tantangan Besar

Oleh: Muhammad Fikri Asyraf
datariau.com
149 view
UMKM Pekanbaru Berkembang Pesat, Pengelolaan Keuangan Masih Menjadi Tantangan Besar
Foto: Muhammad Fikri Asyraf
Suasana pusat kuliner UMKM di Jalan Cut Nyak Dien Kota Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Data UMKM di Pekanbaru menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data resmi Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Koperasi dan UKM, jumlah UMKM pada tahun 2024 tercatat sebanyak 26.684 unit usaha. Angka ini meningkat dibanding tahun 2023 yang berjumlah 25.074 unit usaha. Namun pengelolaan keuangan pelaku UMKM di Kota Pekanbaru masih menghadapi banyak tantangan.

Berdasarkan hasil survey lapangan pada bulan Maret 2026 di beberapa pelaku UMKM, masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki pemahaman memadai tentang pengelolaan keuangan usaha. Sebagian besar pelaku UMKM lebih fokus pada penjualan harian, sementara pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan laba usaha belum menjadi prioritas utama. Kondisi ini membuat banyak usaha berjalan tanpa perencanaan keuangan yang jelas.

Baca juga:UMKM Pekanbaru Menjerit, Harga Serba Naik, Rizky Bagus Oka: Pemerintah Segera Gelar Pasar Murah


Dari hasil wawancara dengan sejumlah pedagang, ditemukan bahwa pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual menggunakan buku tulis sederhana. Bahkan, tidak sedikit pelaku usaha yang hanya mengandalkan ingatan untuk menghitung omzet dan modal yang telah dikeluarkan. Salah seorang pemilik usaha makanan di kawasan Cut Nyak Dien mengaku belum pernah membuat laporan keuangan bulanan karena tidak paham dan merasa proses tersebut rumit sehingga memakan waktu. Ia hanya mencatat belanja bahan baku secara garis besar dan tidak tau cara perhitungan HPP yang benar.

Baca juga:Pedagang UMKM Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru Ikuti Perkembangan Digital dengan Pembayaran QRIS


Selain minimnya pencatatan, persoalan lain yang cukup sering ditemui adalah masih bercampurnya keuangan usaha dengan uang pribadi. Banyak pelaku UMKM menggunakan hasil penjualan harian langsung untuk kebutuhan rumah tangga, seperti belanja dapur, biaya sekolah anak, hingga pembayaran tagihan pribadi. Akibatnya, pelaku usaha kesulitan mengetahui berapa keuntungan bersih yang sebenarnya diperoleh setiap bulan. Kondisi ini juga menyulitkan saat mereka ingin menambah modal atau mengembangkan usaha.

Pelaku usaha yang diwawancarai menyebutkan bahwa keterbatasan waktu, kurangnya pengetahuan, dan anggapan bahwa usaha kecil tidak memerlukan pembukuan menjadi alasan utama masalah ini terus terjadi. Sebagian dari mereka juga belum terbiasa menggunakan aplikasi keuangan digital, meskipun layanan tersebut sudah cukup mudah diakses. Beberapa pedagang bahkan mengaku belum pernah mengikuti pelatihan manajemen keuangan sejak memulai usaha.

Baca juga:DPRD Pekanbaru Sahkan Perda Penyelenggaraan Penanaman Modal dan Pemberian Insentif Untuk Kemudahan Investasi

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)