Tradisi Hari Raya Anak Yatim di Desa Rumbio Jaya Kampar

datariau.com
1.596 view
Tradisi Hari Raya Anak Yatim di Desa Rumbio Jaya Kampar
Foto: Ilza Putra Fahreza
Suasana perayaan anak yatim di Desa Rumbio Jaya tahun 2022.

KAMPAR, datariau.com - Jika di Bangkinang Seberang ada tradisi ziarah kubur saat selesai puasa enam, berbeda lagi di Desa Rumbio Jaya, mereka mengadakan perayaan yang dinamakan Hari Raya Anak Yatim.

Tradisi ini sama seperti tradisi ziarah kubur di Bangkinang Seberang, dilaksanakan setelah puasa 6 hari di bulan Syawal yang dinamakan dengan Hari Raya Puasa 6. Nah, jika dalam Islam hanya ada dua hari raya yang ditetapkan syariat, maka di Desa Rumbio Jaya ada tambahan hari raya yang hanya tradisi, yakni Hari Raya Anak Yatim.

Baca juga: Tradisi Hari Raya Puasa 6 di Bangkinang Kampar, Ziarah ke Makam Keluarga


Hari raya ini dilaksanakan setelah dilaksanakannya puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal, tepatnya tanggal 8 Syawal. Sesuai dengan namanya, hari raya ini menitikberatkan untuk memuliakan anak yatim, para yatim di desa diberikan santunan.

Terpantau pada perayaan anak yatim 8 Mei 2022 lalu, sebanyak 20 anak yatim Desa Rumbio dikumpulkan di alun-alun desa, dimulai pukul 07.30 WIB, para anak yatim dan masyarakat mengikuti pawai berkeliling Desa Rumbio Jaya. Pawai diiringi dengan ?Gubano? yaitu sejenis rebana khas Kampar.

Lalu dibawa ke alun-alun desa yang sudah disediakan tenda dan kursi. Ada juga hiburan musik yaitu band dari kota Bangkinang. Selanjutnya anak yatim disambut dengan berbagai macam hiburan seperti silat, calempong, dan lain lain.

Setelah sampai di tempat, dilaksanakan pemberian santunan berupa uang, pakaian, dan semacamya untuk anak yatim tersebut.

Uang dan pakaian tersebut berasal dari subangsih masyarakat setempat, dengan tujuan mengingatkan orang-orang agar terbuka mata hatinya dan lebih peduli dalam memperhatikan nasib anak-anak yatim.

Tradisi Hari Raya Anak Yatim atau Idul Yatama sebenarnya hanyalah ungkapan kegembiraan bagi anak-anak yatim, sebab pada saat itu banyak orang yang memberikan perhatian dan santunan kepada mereka.

Baca juga: 6 Kekeliruan dalam Merayakan Idul Fitri


Sebenarnya, menyantuni dan memperhatikan anak yatim tidak hanya pada momen tertentu saja, sekali setahun atau pada hari-hari besar, melainkan setiap hari, karena anak yatim adalah tanggungan bersama, mereka memiliki kebutuhan hidup setiap hari, bukan sekali setahun atau di momen tertentu.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)