Siapkan dana darurat berdasarkan pengeluaran yang bersifat wajib dan butuh
Mari kita simulasikan, dalam sebulan pengeluaran bulanan Anda yang terdiri dari pengeluaran wajib, kebutuhan, dan keinginan (gaya hidup) mencapai Rp6 juta.
Bila Anda adalah orang yang sudah berkeluarga, maka idealnya Anda memiliki dana darurat ?lebih dari 6 kali pengeluaran bulanan? lantaran penghasilan Anda ?tidak tetap,? dan kebutuhan darurat untuk rumah tangga sering datang tanpa diprediksi.

Akhirnya, Anda memutuskan untuk mengalokasikan dana darurat setara 8 kali pengeluaran bulanan, dan total dana darurat yang harus dimiliki adalah:
8 x Rp6 juta = Rp48 juta
Jika angka tersebut dinilai terlalu ?besar?, maka bisa jadi hal itu disebabkan karena Anda memasukkan pengeluaran gaya hidup ke dalam komponen pengeluaran total Anda.
Gunakanlah pendekatan pengeluaran wajib dan butuh dalam menghitung jumlah dana darurat yang ideal bagi Anda. Agar proses pengumpulan dana ini bisa berlangsung dengan cepat dan efisien.
Mengingat fungsi dari dana darurat adalah untuk membayar segala kebutuhan yang bersifat darurat sekaligus memitigasi risiko berkurang atau hilangnya penghasilan, saat pencari nafkah ?kehilangan pekerjaan atau sumber pendapatan?, bisa dikatakan pula bahwa tujuan lain dari memiliki dana darurat adalah agar kita tidak ?berutang? ketika mengalami pengurangan atau kehilangan penghasilan.
Jika memang Anda berada dalam posisi kehilangan pendapatan, tidaklah bijak bagi Anda untuk memikirkan gaya hidup di situasi seperti itu.
Lindungi diri dan keluarga Anda
Risiko pekerjaan sebagai driver online cukup besar. Meski Anda mendapat fasilitas berupa asuransi kecelakaan dari GoTo, tapi plafon yang diperoleh terbatas.
Seiring dengan bertambahnya penghasilan Anda, tidak ada salahnya untuk menambah manfaat perlindungan berupa asuransi kecelakaan diri lantaran risiko akan kecelakaan di jalan raya memang cukup tinggi.
Selain melengkapi diri dengan perlindungan terbaik dari asuransi jiwa, Anda tentu harus melindungi keuangan Anda dari risiko finansial ketika Anda menjalani rawat jalan atau rawat inap di rumah sakit.
Bila Anda sama sekali belum memiliki asuransi dan memiliki bujet terbatas untuk membayar jaminan kesehatan, pertimbangkanlah untuk membeli asuransi rawat inap terlebih dahulu. Sementara itu, bila Anda harus menjalani proses rawat jalan, manfaatkan BPJS Kesehatan.
Selain itu, jika Anda adalah pencari nafkah, Anda wajib melindungi keluarga Anda, dan tentunya aset Anda (mobil atau sepeda motor) yang digunakan untuk mencari nafkah, juga wajib dilindungi.