Tiga Peristiwa Brutal Penyerangan Ustadz dan Masjid Dalam Sepekan, Mahfud Minta Aparat Jangan Buru-buru Sebut Pelaku Gila

Admin
142 view
Tiga Peristiwa Brutal Penyerangan Ustadz dan Masjid Dalam Sepekan, Mahfud Minta Aparat Jangan Buru-buru Sebut Pelaku Gila

DATARIAU.COM - Aparat kepolisian diminta tak terburu-buru menyimpulkan para pelaku penyerangan ulama, ustaz, dan pengrusakan rumah ibadah Islam, sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), alias gila.

Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memerintahkan, agar kepolisian, tetap melakukan penangkapan, penyelidikan, dan penyidikan terhadap para pelaku penyerangan, untuk dibawa ke proses pengadilan.

Mahfud menegaskan hal tersebut, menyusul maraknya kembali aksi-aksi penyerangan, yang menyasar tokoh-tokoh agama, dan rumah ibadah Islam di sejumlah wilayah baru-baru ini.

“Pemerintah menyatakan sangat menyesalkan kejadian-kejadian tersebut, dan mengutuk para pelakunya,” ujar Mahfud dalam siaran pers resmi via laman Youtube Kemenko Polhukam, Sabtu (26/9/2021).

Dia meminta agar kepolisian, mengusut tuntas kasus-kasus tersebut, dengan tetap membawa para pelakunya ke depan hakim.

Mahfud pun mengingatkan, agar kepolisian, tak gampang latah dalam merespons peristiwa-peristiwa serupa yang kerap terjadi.

Seperti dengan mengambil jalan pintas kesimpulan, ke arah pengakuan gila dari para pelaku, maupun keluarganya.

Mahfud mengatakan, otoritas yang berhak menyatakan pelaku perbuatan pidana sakit jiwa, atau tidak, adalah hakim di pengadilan.

Karena itu, Mahfud, mengatakan, meskipun ada pengakuan dari kerabat, maupun keluarga yang menyatakan pelaku penyerangan adalah ODGJ, kepolisian tetap harus menangkap, dan membawanya ke meja hakim.

“Pemerintah tidak sependapat kalau setiap pelaku itu, harus dianggap orang gila. Kalau ada keraguan apakah yang bersangkutan sakit jiwa atau tidak, itu biar hakim yang memutuskan. Dibawa saja ke pengadilan, agar terungkap, kalau memang gila atau sakit jiwa pelakunya biar pengadilan yang memutuskan,” kata Mahfud.

Dalam sepekan terakhir, tiga peristiwa brutal yang menyasar tokoh agama, dan ustadz, serta penyerangan terhadap rumah ibadah Islam di sejumlah daerah.

Sabtu (18/9), peristiwa penembakan menewaskan Armand, alias Alex seorang tokoh agama di Pinang, Tangerang.

Pada Senin (20/9), Ustadz Abu Syahid Chaniago, saat mengisi ceramah dan zikir bersama di Masjid Baitusyakur, Batu Ampar, Batam mengalami penyerangan yang dilakukan seorang laki-laki.

Pada Sabtu (25/9), seseorang melakukan penyerangan dengan membakar mimbar Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Terkait peristiwa pertama, pengungkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya, sampai hari ini belum berhasil menangkap pelaku penembakan.

Sedangkan peristiwa kedua, Polresta Barelang, dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengidentifikasi pelaku penyerangan berinisial H.