Taliban Kepung Kabul, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur ke Tajikistan

Ruslan
1.548 view
Taliban Kepung Kabul, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur ke Tajikistan
Foto: AFP/Wakil Kohsar
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani (tengah). 

DATARIAU.COM - Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, dilaporkan kabur ke Tajikistan pada Minggu (15/8), setelah gerilyawan Taliban mengepung Ibu Kota Kabul.

Seperti dilansir Reuters, kabar itu disampaikan oleh seorang sumber di Kementerian Dalam Negeri Afghanistan. Namun, dia tidak memberikan keterangan rinci mengenai keberadaan Ghani.

"Saya tidak bisa berbicara lebih banyak mengenai keberadaan Ashraf Ghani karena alasan keamanan," kata sumber itu.

Menurut sumber di istana kepresidenan Afghanistan, sebelum kabur Ghani sempat berdialog dengan juru runding Amerika Serikat, Zalmay Khalilzad, dan sejumlah pejabat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Menurut Pelaksana Tugas Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Abdul Sattar Mirzakawal, pengalihan kekuasaan dari pemerintah bakal diserahkan kepada pemerintahan sementara.

"Tidak akan ada serangan terhadap ibu kota, sudah disepakati pengalihan kekuasaan akan berlangsung damai," cuit Mirzakawal melalui Twitter.

Taliban mengepung ibu kota Kabul dari segala arah. Akan tetapi menurut Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mereka tidak terlibat pertempuran dan menunggu di pinggiran Kabul sambil berunding dengan pemerintah Afghanistan.

"Gerilyawan Taliban siaga di seluruh jalur masuk Kabul sampai perundingan peralihan kekuasaan disepakati," kata Zabihullah.

Saat ini perwakilan Taliban dan pemerintah Afghanistan tengah berunding di Qatar. Agenda perundingan itu membahas pengalihan kekuasaan dan utusan Amerika Serikat juga dilibatkan.

Banyak penduduk Afghanistan khawatir jika Taliban kembali berkuasa maka kehidupan mereka bakal dikekang, terutama bagi kaum perempuan. Saat berkuasa pada 1990-an Taliban menerapkan syariat Islam.

Akan tetapi, juru bicara Taliban, Shuhail Shaheen, menyatakan mereka berjanji bakal melindungi hak-hak perempuan dan prinsip kebebasan pers.

"Kami memastikan kepada rakyat, terutama di Kabul, bahwa nyawa dan harta benda mereka aman," kata Shaheen.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)