Suami Meninggal Karena Covid-19, Bidan Desa Gantung Diri di Ruang Isolasi

datariau.com
843 view
Suami Meninggal Karena Covid-19, Bidan Desa Gantung Diri di Ruang Isolasi
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang bidan desa di Desa Karangrejo, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Selasa (6/7/2021), menyita perhatian khalayak.

Tindakan bidan bernama Sumini (35 tahun) itu sungguh disesalkan. Apalagi, ia masih memiliki anak yang membutuhkan kasih sayang ibunya.

Apa yang dialami Sumini memang berat. Ia ditinggal mati oleh suaminya, yang meninggal dunia seminggu sebelumnya.

Namun, Sumini mengambil jalan pintas untuk menyusul suaminya.

Saat dirinya tengah menjalani isolasi mandiri di kamarnya, ia memilih gantung diri dengan menggunakan kabel setrika yang cukup kokoh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sumini menjalani isolasi mandiri sejak 26 Juni 2021.

Sepekan sebelumnya, suaminya, Nurozaq (40 tahun), meninggal dunia karena terjangkit COVID-19.

Diduga karena patah semangat dan merindukan suaminya, Sumini memilih gantung diri di kamarnya untuk menyusul suaminya di kubur.

Tewasnya Sumini pertama kali diketahui oleh anaknya pada keesokan harinya, sekitar pukul 5 pagi, saat anaknya hendak membangunkan Sumini.

Begitu masuk ke kamarnya, anaknya mendapati Sumini sudah dalam keadaan tergantung.

Ia menggunakan kabel setrika untuk membuat tali yang menjerat lehernya.

Karena ketakutan, sang anak kemudian memberitahu tetangga atas apa yang terjadi pada Sumini.

Tetangganya lantas melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.

Jasad Sumini sempat dibawa ke RSUD Soewondo sebelum kemudian dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Catatan Redaksi:


Bunuh diri biasanya disebabkan karena depresi. Depresi, oleh karenanya, tidak boleh dianggap remeh. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, sangat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Source: indozone.id

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)