PEKANBARU, datariau.com - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau merupakan salah satu dari 33 BPTP di bawah Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) di seluruh Indonesia yang saat ini tengah bersiap menyandang tugas dan fungsi baru.
Berdasarkan Perpres Nomor 117 tahun 2022, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian bertransformasi menjadi BSIP yang bertugas dalam melaksanakan koordinasi, perumusan, penerapan, pemeliharaan, dan harmonisasi standar instrumen pertanian.
Setelah berkunjung dan berkoordinasi ke Kantor Layanan Teknis (KLT) Badan Standarisasi Nasional (BSN) Riau beberapa waktu yang lalu, pada Senin (31/10/2022) kemarin BPTP Riau menggelar kegiatan sosialisasi Penerepan Standard dan Penilaian Kesesuaian dalam rangka perencanaan standard Instrumen Pertanian Spesifik Lokasi dengan menghadirkan narasumber Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Riau. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Hangtuah BPTP Riau yang diikuti oleh seluruh ASN dan pegawai BPTP Riau
Baca juga: BPTP Riau Melalui Pemkab Siak Gelar Grand Launching TTP di Muara Kelantan Mandau
Mengawali acara Ka Sub Bag Tata Usaha BPTP Riau Dwi Sisriyenni SPt MSi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari kunjungan BPTP Riau ke KLT BSN Riau beberapa waktu yang lalu dan mengatakan BPTP Riau cukup beruntung karena satu KLT BSN berada di Provinsi Riau selain di Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
"Karena berdekatan dengan BPTP Riau sehingga lebih memudahkan untuk berkoordinasi dan bekerjasama dalam hal penerapan standar dan penilaian kesesuaian," ujar Dwi.
Baca juga:
BPTP Riau Gelar Bimtek Penguatan Pengembangan Sorgum Terstandar di Provinsi Riau
Kepala KLT BSN Riau Refiano Andores pada kesempatan ini menyampaikan, bahwa KLT BSN Riau merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2014 tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian (SPK), PP Nomor 34 tahun 2018 tentang sistem SPK Nasional dan Perpres Nomor 4 tahun 2018 tentang BSN.
Menurut Refiano, KLT BSN Riau bertugas melakukan perencanaan, perumusan, penetapan, penerpan, pemberlakuan, pemeliharaan dan pengawasan SNI serta kegiatan penilaian kesesuaian dan melayani informasi tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian, pendidikan dan pelatihan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, konsultasi proses sertifikasi SNI dan akreditasi oleh KAN dan melakukan pembinaan kepada pelaku usaha khususnya UMKM dalam penerapan SNI.
Baca juga: Panen Inpari 32 di Rokan Hulu, BPTP Riau Produksi Benih Unggul Padi Bermutu
Refiano pada kesempatan itu juga menyampaikan apa itu Standar Nasional Inonesia (SNI), rekapitulasi SNI yang ditetapkan, kaidah penerapan SNI, alur penerapan SNI, bagaimana mendapatkan sertifikasi normal, dukungan laboratorium di Provinsi Riau dan dukungan lembaga sertifikasi produk di Provinsi Riau.
Saat koordinasi ke Kantor KLT BSN Riau, Kepala BPTP Riau Dr Shannora Yuliasari STP MP menyampaikan, bahwa BPTP Riau membutuhkan pendampingan penerapan SNI ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), SNI ISO 17025 (Laboratorium Terakreditasi), SNI ISO 37001:2016 (Sistem manajemen anti gratifikasi).
Dengan penerapan SNI tersebut pelayanan jasa BPTP Riau akan menjadi lebih baik, efektif, efisien, sumber daya manusia pendukungnya lebih produktif dan beroerientasi pelayanan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.
Baca juga: Resmikan Kantor Cabang SIG di Pekanbaru, Wamentan: Sorgum Berpotensi Menggantikan Gandum
Selain itu, harapan ke depan BPTP Riau juga menjadi mitra kerja BSN yang dapat melaksanakan pendampingan penerapan SNI Produk kepada pelaku usaha dan bahkan BPTP Riau diharapkan dapat menjadi Lembaga Sertifikasi produk (LSpro) yang memiliki sertifikat SNI ISO 17065:2012.
Shannora menilai Riau memiliki kekuatan yang potensial untuk pengembangan standardisasi dan penilaian kesesuaian. Selain ada banyak produk-produk dan komoditas unggulan di Riau, secara geografis wilayah ini juga bisa menjadi pintu ekspor menuju Malaysia dan Singapura. Sehingga potensi-potensi besar dalam perdagangan dan industri harus segera ditangkap dan dimaksimalkan.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan diskusi yang begitu hangat, berbagai hal didiskusikan terkait Standardisasi dan Penilaian sehingga diharapkan kegiatan ini dapat menjadi pencerahan bagi seluruh ASN san Staf BPTP Riau dalam menyongsong transformasi kelembagaan ini. (rls)