Rusak Parah, Jalan Sungai Rawa Siak Menjadi "Ladang Maut"

datariau.com
149 view
Rusak Parah, Jalan Sungai Rawa Siak Menjadi "Ladang Maut"
Foto: Ist.
Kondisi jalan yang semakin memburuk telah memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas. Salah satu insiden terbaru terjadi pada Ahad (21/6/2026), ketika seorang perempuan paruh baya mengalami kecelakaan saat melintasi ruas jalan tersebut.

SIAK, datariau.com - Ruas Jalan Sungai Rawa di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, kini dikeluhkan masyarakat karena kondisinya yang rusak parah. Lebih dari 7 kilometer badan jalan yang menjadi akses utama warga tiga desa dipenuhi lubang besar dan kerusakan di berbagai titik, sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Warga menduga kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh aktivitas kendaraan bertonase berat milik PT Ekasapta Paramita Energi (PT EPE) yang setiap hari melintas mengangkut cangkang sawit. Padahal, jalan milik Pemerintah Kabupaten Siak itu diketahui hanya memiliki kelas jalan maksimal 8 ton.

Namun dalam praktiknya, kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang melintas disebut membawa muatan hingga sekitar 40 ton. PT EPE disebut menjadi satu-satunya perusahaan yang menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas pengangkutan.

Kondisi jalan yang semakin memburuk telah memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas. Salah satu insiden terbaru terjadi pada Ahad (21/6/2026), ketika seorang perempuan paruh baya mengalami kecelakaan saat melintasi ruas jalan tersebut.

Menurut keterangan warga, korban berusaha menghindari lubang besar yang menganga di badan jalan. Namun saat bermanuver, sepeda motor yang dikendarainya justru tersenggol truk pengangkut cangkang sawit yang sedang melintas.

"Perempuan ini berusaha menghindari lubang yang ada di badan jalan. Namun malah tersenggol truk yang membawa cangkang sawit," ujar seorang warga yang membantu korban di lokasi kejadian.

Baca juga:AMPAK Riau Desak Penindakan Dugaan Truk Over Tonase PT EPE Sebabkan Jalan Sungai Rawa Rusak Parah


Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka pada bagian mulut. Darah terlihat membasahi kerudung yang dikenakannya sebelum akhirnya mendapat pertolongan dari warga sekitar.

Tokoh masyarakat Sungai Rawa, Faisal, mengaku prihatin dan geram melihat kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait. Ia menyebut kecelakaan di ruas jalan tersebut sudah berulang kali terjadi dan masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.

"Kecelakaan di sini sudah sering terjadi. Kasihan masyarakat. Jalan ini merupakan satu-satunya akses utama bagi warga Desa Sungai Rawa, Desa Rawa Mekar, dan Desa Tanjung Pal. Persoalan ini sudah berkali-kali kami sampaikan, tetapi seolah tidak pernah digubris. Seakan-akan pemerintah sudah mati hati terhadap penderitaan masyarakat," tegas Faisal.

Menurutnya, kerusakan jalan semakin parah sejak aktivitas kendaraan ODOL bermuatan berat meningkat dan rutin melintasi jalur tersebut setiap hari.

Desakan agar persoalan ini ditangani secara hukum pun mulai menguat. Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) telah melaporkan dugaan kerusakan infrastruktur Jalan Sungai Rawa ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dengan PT Ekasapta Paramita Energi sebagai pihak yang dilaporkan.

Dalam laporannya, AMPL meminta Kejati Riau melakukan penyelidikan terhadap dugaan kerugian negara akibat rusaknya jalan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah namun mengalami kerusakan berat karena aktivitas kendaraan bermuatan berlebih.

Selain itu, AMPL juga mendesak agar kejaksaan memanggil dan meminta keterangan dari manajemen PT EPE maupun pihak terkait lainnya, menghitung potensi kerugian negara yang timbul akibat kerusakan jalan, memerintahkan pemulihan dan perbaikan infrastruktur, serta menindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)