RS di Bogor Menjerit, Klaim Biaya Pasien Covid-19 Belum Dibayar

datariau.com
681 view
RS di Bogor Menjerit, Klaim Biaya Pasien Covid-19 Belum Dibayar

DATARIAU.com - Klaim perawatan pasien Covid-19 oleh rumah sakit umum daerah (RSUD) maupun RS swasta yang belum diganti oleh pemerintah menjadi kendala pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jeritan hati pihak RS dikemukakan oleh pimpinan daerah dan DPRD setempat saat melakukan inspeksi ke sejumlah rumah sakit.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto menyuarakan agar Kementerian Kesehatan (Kemkes) segera menyelesaikan masalah pembayaran klaim RS ini.

"Masalah ini harus segera dicarikan solusi. Jika diperlukan, Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) membuat surat bersama ke Kementerian Kesehatan," kata Rudy Susmanto seusai meninjau sejumlah rumah sakit di Cibinong, Bogor, Jumat (2/7/2021).

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto saat mengunjungi sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut Rudy, biaya penanganan pasien Covid-19 yang belum terbayarkan oleh Kemkes kepada sejumlah rumah sakit di Bogor sudah menembus angka puluhan miliar rupiah.

Hingga akhir Juni 2021, klaim yang belum terbayarkan ke RSUD Cibinong sekitar Rp 15 miliar, ke RSUD Ciawi sekitar Rp 16 miliar, RS Marry sekitar Rp 16 Miliar, dan RS MH Thamrin sekitar Rp 30 miliar.

Secara terpisah, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan inspeksi ke beberapa rumah sakit swasta untuk memastikan ketaatan dalam mengalokasikan 30 persen kamar bagi pasien Covid-19.

"Secara khusus kami ingin memastikan apakah aturan Kementerian Kesehatan mengenai alokasi 30 persen untuk pasien Covid sudah dilaksanakan, jika belum, kami imbau untuk melaksanakannya," ungkap Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan saat mengunjungi RS EMC di Sentul dan RS Paru Goenawan Partowidigdo (RSPG) di Cisarua, Kamis (1/7/2021).

Kedua rumah sakit tersebut dianggap sudah memenuhi aturan, bahkan keduanya menyediakan lebih dari 30 persen ruang rawat inap untuk pasien Covid-19.

Tag:Covid
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)