Riau Berasap Lagi, Empat Penerbangan Ditunda

1.311 view
Riau Berasap Lagi, Empat Penerbangan Ditunda
Wilayah Riau diselimuti kabut asap. (tempo)
PEKANBARU, datariau.com - Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan menyelimuti wilayah Riau telah mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, hari ini, Sabtu (13/9/2014). Karena jarak pandang hanya 500 meter, empat pesawat baik kedatangan maupun keberangkatan terpaksa menunda penerbangannya.

"Cuaca semakin buruk, tidak layak untuk melakukan penerbangan," kata Duty Manajer, Bandara SSK II Pekanbaru, Baiquni, siang tadi.

Salah satu dari empat pesawat yang tertunda adalah Lion Air JT 234 dari Pekanbaru tujuan Batam. Pesawat itu seharusnya berangkat pukul 15.00. Ada juga Citilink QG 935 dari Pekanbaru tujuan Batam dengan jadwal keberangkatan pukul 15.20.

Sedangkan dua pesawat yang menunda kedatangan adalah Lion Air 235 dari Batam menuju Pekanbaru dengan jadwal penerbangan 14.20 serta Citilink QG 934 dengan jadwal penerbangan 14.30. "Pesawat akan kembali terbang jika cuaca membaik," kata Baiquni.

Baiquni menjelaskan, jarak pandang akibat asap terus memburuk sejak pagi, pilot pesawat terpaksa menunda penerbangan untuk mengurangi risiko serta pertimbangan nilai ekonomis.

Analis Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru, Sanya Gautami, menyebutkan, kabut asap yang menyelimuti Riau diprediksi merupakan asap kiriman dari Sumatra Selatan. Sepekan terakhir ini titik api lebih dominan terpantau di Palembang. Pergerakan angin yang bergerak dari Selatan menuju Utara pulau Sumatera memicu kiriman asap ke Riau. "Asap Riau diprediksi kiriman dari Sumatra Selatan," kata Sanya.

Data BMKG menyebutkan, dalam rentang waktu 24 jam, 12-13 September 2014, titik api terbanyak terpantau di Sumatra Selatan yakni 264 titik api, disusul Bangka Belitung 22 titik api, kemudian Lampung 15 titik api dan Riau 9 titik api.
"Titik api Riau sebenarnya tidak begitu berdampak karena hanya sedikit, sedangkan titik api di Sumatra Selatan sangat banyak," ujar Sanya. (*)



tempo

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)