Resmikan Kilang Sagu Mini di Sei Apit, Wabup Siak Berharap Ini Menjadi Contoh Bagi Kampung Lain

Hermansyah
625 view
Resmikan Kilang Sagu Mini di Sei Apit, Wabup Siak Berharap Ini Menjadi Contoh Bagi Kampung Lain
Wakil Bupati Siak, H. Husni Merza, BBA,. M.M resmikan kilang sagu mini di Kecamatan Sei Apit.

SIAK, datariau.com - Wakil Bupati Siak, H. Husni Merza, BBA,. M.M mengucapkan terimakasih kepada Winrock Internasional untuk Indonesia, yang sepenuhnya memfasilitasi pembangunan kilang mini di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

?Kami atas nama Pemkab Siak berterimkasih kepada Winrock Internasional (WI) yang telah mendukung kebijakan Siak Hijau dengan menunjuk Kabupaten Siak sebagai pelaksana program,? ujar Wabup Husni usai meresmikan kilang sagu, di Kampung Bunsur, Selasa (22/3)2022).

Lanjutnya, dari total luasan Kabupaten Siak terdapat 57 persen lahan gambut, untuk itu dibutuhkan kerjasama semua pihak, bagaimana memanfaatkannya lahan gambut bagian dari usaha restorasi dan konservasi secara berkelanjutan.

?Ini sesuai dengan misi Kabupaten Siak, amanah sejahtera dan lestari. Bagaimana masyarakat dapat mengambil faedah dari lahan gambut ini, tampa merusak lahan gambut itu sendiri. Apa yang kita lihat siang ini bagian dari ikhtiar saya bersama Bupati yang sudah di sepakati,? kata dia.

Wabup sempat bercerita pada zaman dulu, orang melayu sulit mendapatkan beras, pengantinya sagu. Sagu bisa di masak bermacam aneka masakan.

?Dulunya sagu ini termasuk, bahan pokok orang melayu penganti beras. Orang kita di Siak, khususnya di Sungai Apit susah cari beras. Sehingga beras yang ada dibagi, kemudian sebelum makan nasi, terlebih dahulu makan kepurun atau sagu yang di masak seperti lem, dan di makan dengan asam pedas ikan, dan gulai putih. Supaya perut terisi dulu, baru makan nasi, kalau tidak nasi habis perut tak kenyang," ceritanya.

Dia berharap, dengan beroperasinya kilang sagu mini tersebut, masyarakat Sungai Apit lebih semangat untuk mengembangkan komunitas sagu ini, sehingga pasukan bahan baku untuk membuat tepung tetap ada.

?Tidak hanya sawit bisa di tanam di lahan gambut, namun sagu juga memiliki nilai ekonomis, selain ramah lingkungan, dan mendatangkan sumber rezeki baru bagi masyarakat," kata dia.

Perwakilan Winrock Internasional, Indira Nur Tanti mengatakan Winrock International telah mendukung implementasi kebijakan tersebut melalui berbagai kegiatan dalam pengurangan emisi gas rumah kaca serta kebakaran lahan gambut melalui pendekatan yurisdiksi di Kabupaten Siak.

?Salah satu implementasi program ini adalah pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan dimana Winrock Internasional memfasilitasi rangkaian kegiatan dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lahan gambut sebagai bagian dari usaha restorasi dan konservasi secara berkelanjutan sekaligus untuk meningkatkan kualitas penghidupan dari masyarakat melalui pengembangan komunitas alternatif lokal yang ramah lingkungan," kata dia.(rls/man)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)