Resedivis Bandar Sabu Asal Balam Kembali Digrebek, Polisi Temukan 14,75 Gram Sabu

Ruslan
1.230 view
Resedivis Bandar Sabu Asal Balam Kembali Digrebek, Polisi Temukan 14,75 Gram Sabu
Foto: Sella
Dua tersangka Bandar Sabu dan barang bukti saat diamankan tim opsnal satres narkoba Polres Rohil.

Bangko Pusako, datariau.com - Seorang Residivis Inisial S (32) warga Balam km 22 Kepenghuluan Bangko Lestari Kecamatan Bangko Pusako kembali diringkus tim opsnal sat res narkoba Polres Rokan Hilir.

Selain S, Petugas juga mengamankan seorang tersangka lain berinisial JV (37) warga Balam Km 24, Dusun Sumber Sari, Kelurahan Balam Sempurna Kota, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir.

Kedua tersangka ini digrebek Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Rohil pada Kamis (3/6) sekira pukul 19.30 wib dan 21.30 wib di 2 pondok dalam Lokasi perkebunan sawit di daerah Jalan Nasional, Balam Km 19, Kepenghuluan Bangko Lestari, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir.

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi, Ahad ( 6/6/21 ) membenarkan adanya Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika Jenis Sabu di wilayah hukum Polres Rohil oleh Sat Res Narkoba Polres Rokan Hilir.

"Benar, saat ini kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres guna proses lebih lanjut," jelas AKP Juliandi.

Dijelaskannya AKP Juliandi, kronologis Penangkapan para tersangka ini berawal adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa tersangka sering melakukan transaksi Narkoba, atas informasi tersebut, Kasat Narkoba Polres Rohil memerintahkan Tim Opsnal untuk melakukan serangkaian penyelidikan guna memastikan kebenarannya.

Setelah dilakukan pengintaian disekitar lokasi yang dimaksud, tim opsnal melihat orang melintas menggunakan sepeda motor yang masuk ke lokasi kebun yang dicurigai akan melakukan transaksi narkotika, selanjutnya tim opsnal masuk kelokasi kebun lalu menemukan dan mendatangi sebuah pondok (TKP I) yang didalamnya ada seorang laki-laki yang mengaku berinisial JV

"Setelah diamankan, diperiksa dan digeledah, dilantai pondok (TKP I) ini ditemukan 1 paket kecil diduga narkotika jenis sabu beserta alat hisapnya (Bong)," terang Juliandi.

Lalu kemudian dilakukan pengembangan yang hasilnya didapat informasi bahwa Narkotika paket kecil tersebut di terima dari saudara S. Selanjutnya tim opsnal melakukan penggerebekan ke pondok (TKP II) yang berjarak sekitar 300 meter dari pondok (TKP I) dan dalam penggerebekan itu, tim berhasil mengamankan tersangka S.

"Setelah digeledah dan hasilnya ditemukan sebuah tabung Redoxon berisikan benda diduga narkotika jenis sabu sebanyak 8 plastik klip berbagai ukuran, alat hisap narkotika jenis sabu atau bong, sebuah gunting, timbangan digital, kantong kain hitam berisi bungkusan plastik klip berbagai ukuran lainnya berikut dengan uang berjumlah Rp 400.000," terang Juliandi.

Dan saat di tanyakan tentang barang bukti yang didapat, maka tersangka S mengakui kepemilikan atas seluruh narkotika tersebut diperolehnya dari seseorang berinisial "BCL" (dalam lidik), kemudian kedua tersangka berikut seluruh barang bukti yang ditemukan di kedua TKP ini, langsung dibawa ke Polres Rokan Hilir untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan dari TKP Pondok-I Tersangka JV, yakni 1 bungkus plastik klip kecil berisikan butiran kristal diduga narkotika jenis sabu, 1 tabung kaca pirex yang didalamnya terdapat butiran atau serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu, 1 botol plastik tutup biru disambung pipet diduga alat hisap narkotika jenis sabu atau bong, dan 1 unit handphone Android merek Samsung warna putih.

Sedangkan barang bukti dari TKP pondok-II Tersangka S, yakni 1 wadah tabung Redoxon yang didalamnya terdapat 8 bungkus plastik klip berbagai ukuran yang masing - masing berisikan butiran kristal diduga narkotika jenis sabu, 1 wadah kantong kain hitam berisikan bungkusan-bungkusan plastik klip kosong berbagai ukuran, 1 botol plastik tutup biru disambung pipet diduga alat hisap narkotika jenis sabu atau bong, 1 unit Handphone Android merk Samsung warna putih jenis HP lipat, uang berjumlah Rp 400.000, 1 unit timbangan digital, 1 gunting, 1 mancis, 1 pipet putih dan 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna hijau putih, No.Pol BM 5155 WO beserta kunci kontaknya.

"Setelah dilakukan Tes urine kedua tersangka ini positif mengandung amphetamin. Dan keduanya dipersangkakan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Jo 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," tegas Juliandi. (sela)

Penulis
: Sella
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com