PEKANBARU, datariau.com - Kolam Lele Sekuntum ini berada di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, sebuah UMKM budidaya ikan lele bernama Kolam Lele Sekuntum, yang berlokasi di Jalan Sekuntum Raya dan didirikan oleh Jermiah Simonangkir, berhasil mencuri perhatian dengan strategi manajemen SDM yang efektif dan inovatif.
Berawal dari usaha kecil, kini mereka mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap bulan. Apa rahasia kesuksesan mereka? Mari kita telusuri lebih dalam.

Rekrutmen Unik: Membangun Tim Solid untuk Kesuksesan Jangka Panjang
Berbeda dengan bisnis lain yang mengandalkan iklan lowongan kerja, UMKM ini menerapkan sistem rekrutmen berbasis jaringan dan rekomendasi.
"Kami mencari orang yang bukan hanya bisa bekerja, tapi juga memiliki komitmen jangka panjang. Untuk produksi, kami mengutamakan tenaga kerja yang kuat secara fisik karena pekerjaan ini cukup berat. Sementara untuk pemasaran, kami mencari orang yang komunikatif dan punya relasi luas," ujar pemilik usaha.
Menariknya, mereka tidak hanya menerima tenaga kerja berpengalaman tetapi juga membuka peluang bagi pemula. Dengan pelatihan internal yang sistematis, para pekerja baru dapat dengan cepat memahami proses budidaya dan bekerja lebih efektif.
Pelatihan dan Evaluasi: Kunci Produksi Ikan Lele Berkualitas Tinggi
Untuk memastikan produksi ikan lele tetap optimal, setiap karyawan mendapatkan pelatihan intensif. Materinya mencakup teknik budidaya, manajemen pakan, hingga cara mengatasi penyakit ikan.
"Pelatihan ini sangat penting karena dengan pengetahuan yang cukup, karyawan bisa bekerja lebih efisien dan hasil budidaya pun lebih berkualitas," jelas pemilik usaha.
Evaluasi kinerja dilakukan secara rutin dengan target yang jelas. UMKM ini memiliki sistem penilaian bulanan yang mengukur pencapaian produksi dan pemasaran.
Karyawan yang berprestasi mendapatkan insentif berupa bonus, sementara mereka yang masih kurang produktif akan dibimbing lebih lanjut. Dengan sistem yang transparan ini, tim tetap termotivasi untuk bekerja dengan maksimal.
Strategi Mempertahankan Karyawan: Insentif Menarik dan Lingkungan Kerja Nyaman
Salah satu faktor utama kesuksesan UMKM ini adalah kemampuannya mempertahankan tenaga kerja. Selain menawarkan gaji yang kompetitif, mereka juga menyediakan berbagai fasilitas tambahan, seperti tunjangan kesehatan, tempat istirahat yang nyaman, serta bonus berbasis kinerja.
"Kami percaya bahwa karyawan yang bahagia akan bekerja lebih baik. Makanya, kami selalu memastikan kesejahteraan mereka terjaga," kata pemilik usaha.
Budaya kerja positif juga menjadi prioritas utama. Dengan komunikasi yang terbuka dan sistem kerja yang kolaboratif, setiap karyawan diajak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan serta berbagi ide demi kemajuan usaha.
Menghadapi Tantangan Bisnis: Adaptasi dan Digitalisasi
Seperti usaha lainnya, UMKM ini juga menghadapi tantangan besar, terutama fluktuasi harga pakan dan perubahan permintaan pasar. Namun, mereka selalu siap dengan strategi yang tepat.
"Kami selalu memantau harga pakan dan permintaan pasar. Jika ada kenaikan harga, kami mencari alternatif pakan yang lebih murah atau menyesuaikan produksi agar tetap menguntungkan," jelas pemilik usaha.
Selain itu, mereka mulai mengadopsi teknologi digital dalam operasional mereka. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah sistem pemantauan kolam berbasis sensor untuk memastikan kualitas air tetap optimal. Dengan digitalisasi ini, efisiensi produksi meningkat dan risiko kegagalan panen bisa diminimalkan.
"Kami masih dalam tahap belajar soal digitalisasi, tetapi kami yakin teknologi akan membantu usaha ini berkembang lebih besar lagi," tambahnya.
Membangun Masa Depan: Ekspansi dan Inovasi Berkelanjutan
Tidak puas dengan pencapaian saat ini, Kolam Lele Sekuntum memiliki visi jangka panjang untuk terus berkembang. Mereka berencana menambah tenaga kerja dan memperluas skala produksi dengan membuka cabang baru di berbagai daerah.
"Kami ingin menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan omzet. Namun, kami tetap akan menjaga kualitas ikan serta kesejahteraan karyawan," ujar pemilik usaha.
Selain ekspansi bisnis, mereka juga berupaya untuk semakin mengintegrasikan teknologi dalam operasional mereka, seperti otomatisasi pemberian pakan dan pemasaran digital melalui e-commerce. Dengan strategi ini, mereka yakin bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Strategi Manajemen SDM dalam Pembelajaran Akademik
Strategi manajemen SDM yang diterapkan dalam UMKM ini sejalan dengan materi yang diberikan oleh Linda Hetri Suryanti SE MAk Ak CA CRMP, selaku dosen pengampu dalam penelitian ini.
Dalam mata kuliah yang diberikan, beliau mengajarkan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang efektif, termasuk rekrutmen berbasis kompetensi, pelatihan berkelanjutan, serta pemberian insentif sebagai motivasi kerja.
Penerapan konsep ini dalam dunia usaha nyata membuktikan bahwa strategi SDM yang baik dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan bisnis dan kesejahteraan tenaga kerja.
Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Untuk mempercepat pertumbuhan bisnis, UMKM ini menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dinas perikanan, lembaga pelatihan, dan komunitas peternak ikan. Mereka juga memanfaatkan program pemerintah yang memberikan bantuan berupa subsidi pakan dan akses modal usaha.
"Dukungan dari pemerintah dan komunitas sangat membantu. Kami juga sering berbagi pengalaman dengan peternak lain untuk saling belajar dan berkembang bersama," ungkapnya.
Tak hanya itu, mereka juga memanfaatkan platform digital untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, baik melalui marketplace maupun media sosial.
Inspirasi bagi Calon Pengusaha
Kisah sukses UMKM Kolam Lele Sekuntum ini menjadi bukti bahwa dengan strategi SDM yang tepat, inovasi yang berkelanjutan, serta semangat pantang menyerah, sebuah usaha kecil bisa berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan.
"Kami memulai dari nol, dengan modal yang terbatas dan menghadapi banyak tantangan di awal. Tapi dengan kegigihan, pembelajaran terus-menerus, dan tim yang solid, akhirnya kami bisa berkembang seperti sekarang. Jika kami bisa, siapa pun juga bisa!" pungkas sang pemilik usaha.
Wawancara ini dilakukan pada tanggal 2 Februari 2025 oleh Arief Pramudya Metra, Arya Dwi Juliharsya, dan Maya Anggraini, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Riau.
Sebagai bagian dari penelitian dalam bidang manajemen SDM, kami berharap tulisan ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi pelaku UMKM maupun calon pengusaha yang ingin membangun bisnis mereka dengan strategi yang tepat.***
Penulis: Mahasiswa UMRI, Maya Anggraini