Puluhan Juru Parkir Protes Kebijakan Bobby Nasution Terkait E-Parking

1.771 view
Puluhan Juru Parkir Protes Kebijakan Bobby Nasution Terkait E-Parking
Gambar: Suara.com

DATARIAU.COM - Puluhan juru parkir yang terhimpun dalam Aliansi Juru Parkir Kota Medan Garuda Merah Putih desak Bobby Nasution agar mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota Medan, Kamis (14/10/2021). Hal tersebut lantaran mereka menolak diterapkannya sistem parkir digital atau e-Parking yang rencananya akan dijalankan mulai 18 Oktober 2021 mendatang.

"Ini mematikan nafkah jukir yang hari ini terus terintimidasi oleh pihak ketiga yang akan memutuskan mereka tidak bekerja lagi di situ," kata Pimpinan Aksi, Dedi Harvisyahari di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (14/10/2021).

Dedi meminta Bobby mengevaluasi ulang terkait penerapan sistem e-Parkir di Kota Medan. Meski pun masih masa percobaan, namun sistem e-Parking digadang-gadang sangat mempengaruhi pendapatan para juru parkir.

"Selain itu regulasi yang dikeluarkan oleh pihak yang diberikan mandat atau pihak ketiga melalui Dinas Perhubungan Kota Medan untuk mengelola e-parking ini juga bisa menurunkan pendapatan para Jukir yang setiap hari berupaya mendapatkan dan memenuhi setoran ke dinas perhubungan Kota Medan," ucapnya.

Dedi menuturkan pernyataan Kepala Dinas Perhubungan Iswar Lubis yang menyebutkan bahwa Kesawan Square mendapat pendapatan Rp10 juta per minggu adalah sebuah pembohongan publik. Sebab itu jauh dari pendapatan Kesawan Square yang menerapkan sistem e-parkir beberapa waktu yang lalu.

"Satu lagi tidak mungkin setoran dari Jukir terpotong padahal langsung kami setorkan. Kalau kata wali kota ada kebocoran ya itu di kantor mereka (Dinas Perhubungan) bukan yang di lapangan. Dipecat lah kami kalau tidak setoran. Apalagi kalau terlambat setoran maka harus dobel. Untuk itu, kami minta wali kota untuk pro kepada kesejahteraan masyarakat bukan malah membunuh masyarakat. Kalau memang tak sanggup jadi wali kota mundur karena rakyat kemarin memilih dia karena rasa, bukan karena kemampuan," terangnya.

Saat ditanya jumlah target yang akan disetoran ke dinas perhubungan, Dedi mengaku pendapatan parkir dipotong 20 persen dan mendapatkan gaji Rp 500 ribu per bulannya.

"Mau makan apa kami belum lagi pemecatan yang terus terjadi. Kalau info pihak ketiga mau gandeng kami sampai sekarang kami tidak tahu pihak ketiga itu siapa? Kami merasa terintimidasi dengan pihak ketiga ini. Apalagi ada yang menyatakan ada kebocoran pendapatan dan yang pastinya itu bukan dari kita melainkan dari pihak Dinas Perhubungan. Lakukan saja penyelidikan dengan melibatkan unsur inspektorat di Dinas Perhubungan," bebernya.

Plt Kasi Parkir Wilayah I Dinas Perhubungan Kota Medan, G. Tampubolon yang menerima protes dari puluhan juru parkir di Kota Medan menuturkan puluhan juru parkir tersebut keberatan bila sistem e-Parkir diterapkan, yang rencananya di 22 titik ruas jalan Kota Medan. Sehingga mereka menuntut kembali kepada wali kota Medan untuk mencopot Kadis Perhubungan.

"Jadi masalah pendapatan yang dipotong 20% itu kita gak tahu. Setahu kita berdasarkan dengan pihak ketiga itu sesuai kelas jalannya kalau kelas jalannya kelas I maka 60 persen ke pihak ketiga dan 40 persen lagi ke pemerintah. Jadi yang 20 persen tadi kita tidak tahu kesepakatan yang mana," ungkapnya.

Aksi protes ini terjadi selama hampir satu jam. Dalam waktu yang sama, mereka juga melakukan aksi di depan kantor DPRD Kota Medan dengan tuntutan yang sama. Meski demikian, aksi berjalan damai dan tidak ada peringatan apabila tuntutan mereka tidak dikabulkan puluhan juru parkir tersebut berencana melakukan aksi yang sama pada hari selanjutnya.

Diketahui, sebelumnya Bobby Nasution menuturkan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor perparkiran menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan. Hal itu dikarenakan sering terjadi kebocoran selama ini sehingga target yang telah ditetapkan sering kali tidak tercapai. Padahal potensi parkir cukup besar sehingga jika dikelola dengan baik akan menjadi primadona untuk pemasukan PAD Kota Medan.

Oleh sebab itu, Bobby menerapkan sistem digitalisasi dalam pengelolaan parkir di Kota Medan. Melalui Dinas Perhubungan Kota Medan, Pemko Medan dalam waktu dekat ini akan menambah titik e-parking. Rencananya ada 22 titik lokasi e-parking di 8 kawasan di Kota Medan akan menerapkan sistem digitalisasi melalui e-Parking. Selain mencegah kebocoran, Bobby Nasution pun berharap melalui e-parking ini semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat saat membayar parkir. (*)

Source: cnnindonesia.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)