Proses Evakuasi Korban KKB Kembali Gugurkan Prajurit TNI

Giri
1.276 view
Proses Evakuasi Korban KKB Kembali Gugurkan Prajurit TNI
Gambar : cnnindonesia.com
Pratu Ida Bagus gugur saat kawal proses evakuasi korban KKB Papua.

DATARIAU.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menelan korban jiwa seorang Prajurit TNI Pratu Ida Bagus Putu saat melakukan proses evakuasi jasad suster Gabriella Meilan (22) yang juga gugur karena aksi keji teroris KKB.

"Prajurit gugur saat KKB menembaki prajurit TNI yang sedang mengamankan heli yang akan digunakan mengevakuasi jenazah Suster Gabriella dari Kiwirok ke Jayapura," ujar Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm. Reza Nur Patria kepada wartawan di Jayapura, Selasa (21/9/2021).

Baku tembak memang sempat terjadi antara TNI dan teroris KKB saat jenazah Suster Gabriella hendak dievakuasi ke Jayapura pada Selasa pagi tadi.

Jenazah Pratu Ida Bagus pun ikut dievakuasi bersama jenazah suster Gabriella ke Jayapura menggunakan helikopter TNI AD.

Saat proses evakuasi tersebut berjalan, KKB pimpinan Lamek Taplo tak juga berhenti melepaskan tembakan.

Baku tembak terjadi pukul 09.42 WIT di ibu kota Distrik Kiwirok tepatnya di Kampung Sopamikma dan Kampung Oknanggul.

"Kontak tembak terjadi saat KKB pimpinan Lamek Alipki Taplo menembaki aparat gabungan TNI/Polri dari arah Kampung Sopamikma dan Kampung Oknanggul, sehingga personel membalas tembakan dan terjadi kontak tembak," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal di Jayapura.

Kamal mengatakan saat itu aparat gabunganTNI-Polrisedang melakukan penjagaan di Distrik Kiwirok. Aparat terus bersiaga pascapembakaran dan penyerangan terhadap tenaga kesehatan pada pekan lalu.

Ketegangan di Distrik Kiwirok tidak kunjung reda. KKB terus melancarkan aksi terornya.

Situasi mulai memanas pada Senin (13/9) pagi. Saat itu KKB menyerang dan membakar sejumlah bangunan fasilitas umum (fasum) yang ada.

Bangunan sekolah, kantor bank, barak tinggal nakes, hingga rumah dokter dan guru di dua distrik tersebut dibakar.

Editor
: Sindy Aprilia
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)