Polda Riau Menangkan Gugatan Praperadilan dari Tersangka Penggelapan Sembako Senilai 3,7 Miliar

Admin
183 view
Polda Riau Menangkan Gugatan Praperadilan dari Tersangka Penggelapan Sembako Senilai 3,7 Miliar
Foto: Humas Polres Kampar
Polda Riau Menangkan Gugatan Praperadilan dari Tersangka Penggelapan Sembako Senilai 3,7 Miliar

PEKANBARU, datariau.com - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Zepri Mahilda Harahap, menolak seluruh gugatan Praperadilan yang dilayangkan Huidiyanto (32), Pemilik Gudang Jalan Riau, yang jadi tersangka Penggelapan Barang Sembako yang merugikan korban senilai Rp 3,7 miliar.

Pengadilan menyatakan, tindakan Polda Riau dalam menetapkan, menangkap dan menahan Huidyanto sah secara hukum.

"Menolak permohonan pemohon seluruhnya, menyatakan penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh termohon sah secara hukum, menolak permohonan penghentian penyidikan oleh pemohon, menolak ganti rugi dan rehabilitasi oleh pemohon, menyatakan tindakan hukum termohon yang berkaitan dengan perkara aquo sah secara hukum," demikian bunyi Amar Putusan yang dibacakan, Senin (18/10/2021).

Dalam pertimbangannya, Hakim menyatakan bahwa penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polda Riau terhadap Huidiyanto sah secara hukum karena sudah berdasarkan bukti permulaan yang cukup, yaitu adanya keterangan saksi dan bukti surat / dokumen yang mengacu pada KUHAP dan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 21/ PUU- VIII/ 2014 sebagaimana termuat dalam pasal 184 KUHAP.

Kemudian, terhadap penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh Polda Riau terhadap Huidiyanto, sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan sah secara hukum. Karena berdasarkan alasan yuridis yaitu bukti yang cukup serta surat penangkapan dan penahanan telah diberikan kepada tersangka dan keluarga.

Atas putusan ini, Kabid Humas Polda Riau menyatakan Kepolisian mematuhi apapun putusan Pengadilan. Kepolisian, katanya, dalam melakukan penyidikan selalu berpedoman kepada mekanisme yang berlaku.

"Kepolisian Daerah Riau selalu profesional dalam menangani setiap perkara. Apapun putusan Pengadilan kita hormati. Putusan ini memperkuat penyidik melanjutkan perkara ini ke tahap selanjutnya," ungkap Sunarto saat dikonfirmasi terkait putusan.

Ditanya soal adanya kemungkinan tersangka lain, Sunarto menyatakan hal tersebut tergantung perkembangan dalam penyidikan. Tidak tertutup kemungkinan lain dalam perkembangan.

"Semua tergantung perkembangan penyidikan, saksi dan alat bukti," ucapnya.

Sebelumnya, tak terima dijadikan tersangka Huidiyanto (32), menggugat Kapolda Riau. Ia melayangkan gugatan Pra Peradilan ke PN Pekanbaru.

Dalam permohonannya yang Huidiyanto meminta hakim menerima seluruh permohonannya, termasuk menghukum Kapolda Riau untuk membayar ganti kerugian materiil sebesar Rp 3 juta dan kerugian immateriil Rp 1 miliar dibayar secara tunai dan sekaligus kepada dirinya.

Huidiyanto juga meminta Pengadilan menghukum Kapolda Riau untuk meminta maaf secara terbuka kepada dirinya melalui media massa selama 3 hari berturut-turut.

Diketahui, penyidikan kasus ini bermula dari laporan UD Jaya Mandiri Nomor : LP/B/330/VIII/2021/SPKT/Riau tanggal 24 Agustus 2021.

Laporan tersebut terkait dugaan penggelapan dalam jabatan dan atau pertolongan jahat yang dimaksud dalam Pasal 374 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP, yang dilayangkan oleh Pemilik Usaha Sembako UD Jaya Mandiri, Sumarni.

Ia melaporkan barangnya digelapkan oleh oknum karyawannya bernama Fernando Tobing dan kawan-kawan.

Dalam keterangannya, pemilik UD Jaya Mandiri mencium adanya kejahatan ini pada tanggal 19 Agustus 2021 lalu, ketika supirnya memberitahukan tentang kecurigaan terhadap sales mereka bernama Fernando, diduga membuat orderan fiktif.

Penulis
: Denni France
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com